Sebut Rocky Gerung: Jokowi Capek, Lelah...

Sebut Rocky Gerung: Jokowi Capek, Lelah... Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi kritik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana, Bali, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang viral di media sosial. BEM Udayana memberi gelar Presiden Jokowi sebagai The Guardian of Oligarch atau sang penjaga oligarki.

Menurut Rocky, pemerintah tidak perlu lebay menanggapi kritikan itu sebab masing-masing masyarakat punya cara sendiri menyampaikan kritiknya.

Baca Juga: Rocky Gerung Bongkar Mahfud MD: Tak Bisa Lagi Kendalikan Situasi...

"Kalau emak-emak lewat WAG, mahasiswa lewat meme. Itu ekspresi mereka," ujarnya di akun YouTube Rocky Gerung Official, dipantau Selasa (20/7).

Di lain sisi, Rocky melihat Presiden Jokowi sepertinya kehilangan kepercayaan kepada para pembantunya. Hal ini terlihat dari blusukan yang dilakukan Jokowi di Sunter dan Kelapa Gading beberapa waktu lalu.

"Makanya presiden (melakukan) fact finding sendiri. Mencari fakta sendiri, seperti ke Sunter dan Kelapa Gading," ujarnya. Sayangnya, masyarakat malah menilai yang memberikan bisikan kepada presiden tidak tepat. Bahwa seakan-akan tidak ada lagi hal penting yang harus diurusi presiden.

"Jadi presiden ini capek, lelah karena enggak punya konsep. Ada kelelahan intelektual dan lelah mental. Presiden ini juga terlihat sudah tidak percaya kabinetnya makanya dia hanya bisa ngomel," ungkapnya.

Padahal sebenarnya, masyarakat menunggu satu keputusan presiden, yakni gunakan UU Karantina untuk mengatasi pandemi ini. "Pakai UU Karantina," ujarnya.

Sebelumnya, dalam akunnya di Twitter, BEM Udayana membagikan posting-an foto Presiden Jokowi yang disunting layaknya poster film layar lebar. Poster itu diberi judul The Guardian of Oligarch atau sang penjaga oligarki. BEM Udayana juga menyebut menjelang ulang tahun ke-76 RI, keadilan di Indonesia makin luntur lantaran banyak kebijakan pemerintah yang tidak menghiraukan kesejahteraan rakyat.

"(The Guardian of Oligarch) Hidup Rakyat Indonesia! Salam Perjuangan!" kicau BEM Udayana. "Dalam umurnya sebentar lagi menginjak angka 76, kehadiran keadilan di muka bumi pertiwi ini makin luntur. Ketika kebijakan yang dibuat pemerintah malah tidak menghiraukan kesejahteraan rakyatnya," tambahnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini