Wakil Ketua III Gapki: Yang Diekspor Kan Minyak Sawit, Bukan Virus Corona

Wakil Ketua III Gapki: Yang Diekspor Kan Minyak Sawit, Bukan Virus Corona Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Seiring lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, sejumlah negara terpaksa menutup akses bagi penduduk Indonesia sejak beberapa pekan terakhir. Sebagaimana diketahui, setidaknya terdapat 10 negara yang sudah melarang kedatangan warga negara asal Indonesia seiring lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan di dalam negeri, di antaranya Filipina, Singapura, Uni Emirat Indonesia, Hongkong, Arab Saudi, Oman, Negara Eropa dengan visa Schengen, Jepang, Taiwan, dan Bahrain.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak berdampak terhadap keberlangsungan aktivitas ekspor komoditas minyak kelapa sawit. Wakil Ketua Umum III Gapki, Togar Sitanggang, menyebut bahwa ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya ke berbagai negara masih berjalan normal, di tengah memburuknya situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Perusahaan Kelapa Sawit dan Kayu Korindo Resmi Didepak dari Forest Stewardship Council

"Yang diekspor kan minyak sawit, bukan virus Covid-19, jadi ekspor tetap berjalan seperti biasa," ungkap Togar.

Lebih lanjut dikatakan Togar, ekspor produk sawit Indonesia masih akan tumbuh, khususnya pada Semester II-2021. Terlebih lagi, masih ada momentum tren kenaikan harga CPO yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia.

"Target ekspor produk minyak kelapa sawit sampai akhir tahun sekitar 30—35 juta ton," ujar Togar.

Merujuk data Gapki, ekspor minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 34 juta ton pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, ekspor terbesar berasal dari produk olahan CPO, yakni sebanyak 21,1 juta ton, CPO 7,17 juta ton, dan oleokimia sebanyak 3,87 juta ton.

Sementara itu, ekspor minyak kelapa sawit Indonesia pada periode Januari—Mei 2021 tercatat sebanyak 13,75 juta ton. Produk olahan CPO berkontribusi besar dengan capaian sebesar 10,16 juta ton, diikuti produk oleokimia sebesar 1,66 juta ton, dan CPO sebesar 1,33 juta ton. Adapun beberapa negara tujuan utama ekspor minyak kelapa sawit Indonesia antara lain India, Pakistan, China, Bangladesh, dan lain sebagainya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini