4 Mitra Anak Usaha Musim Mas Raih Insentif RSPO Lebih dari Rp6 Miliar

4 Mitra Anak Usaha Musim Mas Raih Insentif RSPO Lebih dari Rp6 Miliar Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Empat asosiasi petani sawit swadaya yang merupakan mitra anak usaha Musim Mas, yakni PT Siringo Ringo (SRR), PT Bahana Nusa Interindo (BANI), PT Sinar Agro Raya (SAR), dan PT Indomakmur Sawit Berjaya (ISB) telah memperoleh pembeli kredit sertifikasi petani sawit skim swadaya Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dari perusahaan konsumen seperti Unilever, PepsiCo, dan Nestlé.

Program petani sawit swadaya ini dikembangkan dan diimplementasikan bersama dengan anak usaha Bank Dunia, yakni International Finance Corporation (IFC). Berkat kesepakatan tersebut, para petani sawit swadaya menerima senilai US$430.000 atau setara dengan Rp6,235 miliar (kurs Rp14.500) yang akan digunakan untuk mempertahankan asosiasi petani dan skim sertifikasi RSPO serta meningkatkan mata pencaharian.

Baca Juga: PT Pertamina: Siap Produksi B40 Berbahan Sawit Dengan Syarat…

Bersama dengan IFC, 2.092 petani sawit bersertifikat RSPO telah menerima kredit RSPO untuk produksi sebanyak sebanyak 18.386 ton minyak sawit berkelanjutan (certified sustainable palm oil/CSPO) dan 2.068 ton minyak inti sawit berkelanjutan (certified sustainable palm kernel oil/CSPKO).

Dikatakan Direktur Rantai Pasokan Berkelanjutan di Musim Mas, Olivier Tichit, pencapaian sertifikasi RSPO membutuhkan komitmen tinggi dari para petani sawit swadaya yang harus dihargai secara adil. Pengakuan oleh konsumen minyak sawit atas tantangan dan pencapaian petani sawit swadaya sangat penting untuk rantai pasokan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami berharap pencapaian ini akan mendorong lebih banyak petani swadaya untuk memulai perjalanan keberlanjutan mereka," kata Olivier seperti dikutip dari InfoSAWIT. 

Sementara itu, Manajer Program Petani RSPO untuk Indonesia, Guntur Cahyo Prabowo, mengatakan bahwa tanpa tekanan dan permintaan minyak sawit berkelanjutan dari pembeli dan konsumen, kemungkinan hasilnya adalah minyak sawit yang lebih tidak berkelanjutan.

"Unilever, PepsiCo, dan Nestlé memimpin transisi ke pasar yang lebih berkelanjutan tanpa meninggalkan petani kecil dengan membeli Kredit Petani RSPO," ungkap Guntur.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini