Telkomsel Salurkan Hewan Kurban Hingga ke Pelosok Negeri

Telkomsel Salurkan Hewan Kurban Hingga ke Pelosok Negeri Kredit Foto: Khairunnisak Lubis

Pada Hari Raya Iduladha 1442 H/2021, melalui program corporate social responsibility (CSR), Telkomsel mengusung semangat #BukaPintuKebaikan, Telkomsel menyalurkan bantuan 906 ekor hewan kurban kepada sekira 56.200 penerima manfaat di sekira 800 lokasi hingga pelosok negeri. 

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan, Iduladha selalu menjadi momen yang tepat bagi Telkomsel untuk dapat kembali berkontribusi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia melalui penyaluran bantuan hewan kurban. 

"Upaya ini merupakan wujud nyata dari komitmen Telkomsel yang ingin terus membuka pintu kebaikan dengan berbagi dan memberikan dukungan bagi setiap lapisan masyarakat di segala kondisi, termasuk di masa pandemi yang penuh tantangan saat ini," katanya, Senin (21/7/2021).

Baca Juga: Tingkatkan Keterampilan Talenta Kreatif, Telkomsel Hadirkan Platform Kuncie

Pada momen Iduladha tahun ini, Telkomsel juga mengusung semangat gotong royong dengan menjalin kolaborasi bersama mitra-mitra strategis dalam menyediakan sekaligus mendistribusikan hewan kurban agar dapat membantu menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara menyeluruh. 

Mitra strategis yang menjadi bagian dari aksi kolaborasi bersama Telkomsel ini berasal dari ekosistem bisnis perusahaan, di antaranya komunitas kerohanian Islam Majelis Telkomsel Taqwa (MTT), lembaga sosial terpercaya, yayasan, platform crowdfunding seperti KitaBisa.com, hingga startup digital Ternaknesia yang merupakan salah satu peserta program NextDEV Telkomsel sebagai penghubung UMKM peternak lokal. 

"Aksi kolaboratif tersebut dilakukan bukan hanya untuk memperluas cakupan penyaluran hewan kurban secara konvensional maupun digital, melainkan sebagai bagian dari upaya Telkomsel dalam membantu menguatkan ekonomi digital masyarakat secara inklusif melalui pemberdayaan UMKM peternak lokal," ujarnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini