Terkonfirmasi Positif Covid-19? Tak Perlu Panik! Ini yang Perlu Dilakukan Menurut Dokter Reisa

Terkonfirmasi Positif Covid-19? Tak Perlu Panik! Ini yang Perlu Dilakukan Menurut Dokter Reisa Kredit Foto: Instagram/Reisa Broto Asmoro

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, menyampaikan hal-hal yang perlu dilakukan bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik dan segera lapor ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

"Tak perlu panik dan berebut ruang perawatan atau ruang ICU di rumah sakit. Apabila terkonfirmasi positif, laporkan ke puskesmas, faskes terdekat, atau satgas," jelas Reisa dalam keterangan pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga: Kabar Baik Pandemi Covid- 19 di Indonesia, Mohon Dibaca!

Sementara, jika gejala yang dialami masih di tahap ringan dan sedang, Reisa merekomendasikan masyarakat untuk memanfaatkan sarana telemedis untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai perlu atau tidaknya melakukan perawatan di rumah sakit.

"Dirawat di rumah sakit atau tidak itu adalah keputusan dokter," ujar Reisa.

Apabila masyarakat dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat isolasi mandiri yang disediakan oleh pemerintah, Reisa mengingatkan masyarakat agar rajin memantau kondisi kesehatan dirinya dan rutin berkomunikasi secara virtual dengan dokter serta keluarga.

"Rutin ukur saturasi oksigen, cek suhu tubuh dan tensi darah. Tetap konsultasi dengan dokter dan keluarga lewat komunikasi virtual. Jangan putus komunikasi," imbaunya.

Hal tersebut penting untuk dilakukan agar kondisi pasien tetap terpantau, sehingga jika pasien mengalami gejala yang lebih berat bisa secepatnya dilakukan penanganan lebih lanjut.

Dokter Reisa juga menegaskan siapapun yang melakukan kontak erat dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 agar segera melakukan tes pemeriksaan sehingga tidak menjadi sumber penularan baru.

"Lapor segera ke puskesmas, pastikan diri Anda dites, berani bertanggung jawab, ketahui kondisi tubuh kita sendiri, jangan jadi sumber penularan yang tak diduga orang. Apabila negatif, kita membantu tim tracing memastikan Anda aman dari penularan," tegas Reisa.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini