Kemenkes Laporkan Kondisi BOR Rumah Sakit Cenderung Alami Penurunan

Kemenkes Laporkan Kondisi BOR Rumah Sakit Cenderung Alami Penurunan Kredit Foto: Antara/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi melaporkan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di tingkat provinsi mulai memperlihatkan terjadinya penurunan.

"Terkait keterisian tempat tidur di tingkat provinsi relatif menurun, walaupun sebagian besar provinsi di Jawa-Bali masih di level kapasitas respons yang sama," ungkap Nadia dalam Siaran Pers PPKM yang disiarkan di Youtube, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga: Kabar Baik Pandemi Covid- 19 di Indonesia, Mohon Dibaca!

Nadia menjelaskan DKI Jakarta mengalami penurunan BOR dari 92 persen pada pekan lalu menjadi 84 persen di minggu ini dengan distribusi mulai dari 78,5 persen di Jakarta Utara sampai 94,2 persen di Jakarta Barat.

Kemudian, Jawa Barat melaporkan penurunan BOR hampir di seluruh daerahnya dengan angka rata-rata dari 86 persen menjadi 79 persen. Angka BOR tertinggi berada di Kabupaten Ciamis sebesar 90 persen dengan kapasitas 118 tempat tidur. Sementara yang terendah adalah Kabupaten Garut sebesar 46,7 persen dengan kapasitas 761 tempat tidur.

Jawa Tengah juga mengalami penurunan BOR dari 86 persen menjadi 78 persen. Hanya Kabupaten Pekalongan yang mengalami peningkatan dari 77,6 persen menjadi 82,9 persen.

Sementara Provinsi Yogyakarta cenderung menunjukkan kondisi yang relatif sama dengan pekan sebelumnya. Namun, ada beberapa daerah yang menunjukkan penurunan dan peningkatan yakni Kabupaten Kulon Progo mengalami penurunan menjadi 68 persen sedangkan Kabupaten Gunung Kidul meningkat menjadi 89 persen.

Lalu untuk Provinsi Jawa Timur dan Banten, kata Nadia, tidak ada perubahan yang berarti terkait keterisian tempat tidur.

Adapun kondisi BOR di Bali, menurut Nadia, cenderung menunjukkan terjadinya peningkatan.

"Peningkatan pemanfaatan BOR terjadi di Provinsi Bali, walau masih di bawah 80 persen," jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini