Kamrussamad: Idul Adha Momentum Saling Membantu Sesama

Kamrussamad: Idul Adha Momentum Saling Membantu Sesama Kredit Foto: Boyke P. Siregar

Distribusi dari pintu ke pintu menjadi solusi yang terbaik dalam penditribusian daging kurban dalam Idul Adha 1442 H ini. Pembagian daging kurban diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak pandemi ini.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Kamrussamad mengatakan pelaksanaan ibadah kurban 1442 Hijriyah yang dirayakan di tengah pademi Covid-19 dan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bisa terlaksana dengan baik tentunya dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat.

Baca Juga: Idul Adha 1442H, BSI Sebar Lebih Dari 3.000 Hewan Kurban

Menurutnya, pembagian daging kurban di tengah pandemi ini tentunya sangat membantu masyarakat. ”Distribusinya itu door to door, dan kita sudah buat tim di seluruh Indonesia,” katanya.

Dia menuturkan, orderan pemotongan hewan Qurban di RPH pun meningkat. Hal ini menandakan tanda kesadaran masyarakat dalam PPKM darurat semakin baik.

Distribusi daging hewan kurban ke masyarakat mendapatkan tiga kilogram daging sapi sehingga membantu masyarakat mendapatkan makanan bergizi dan meringankan himpitan beban masyarakat di saat PPKM.

 "Mudah-mudahan bantuan ini mampu meningkatkan asupan makanan warga. Sekaligus pula sebagai bentuk perhatian kami sehingga warga merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit khususnya di saat pemberlakuan PPKM," tegasnya.

Kamrussamad mengungkapkan, Idul  Kurban adalah mentauladani perilaku Nabi Ibrahim yang mengorbankan harta yang dicintainya yaitu putranya Nabi Ismail. Namun Allah mengganti dengan kambing kibas yang sangat bagus.

"Nah, ini memberikan pelajaran bahwa berkurban untuk mencapai rido Allah dan ketakwaan. Termasuk berkurban membantu warga yang saat ini terdampak langsung maupun tidak langsung karena pandemi yang saat ini kita dihadapi. Semangat persatuan umat dan solidaritas nasional harus di perkuat,"Jelasnya.

Dia pun berharap pandemi segera teratasi setelah berbagai upaya dilakukan pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19 seraya berharap ekonomi nasional kembali membaik. "Semoga Allah mengabulkan doa kita," ujarnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini