Amarah Ruhut Sitompul Menggelegar: MS Kaban dan Refly Harun Stres

Amarah Ruhut Sitompul Menggelegar: MS Kaban dan Refly Harun Stres Kredit Foto: Instagram/Ruhut Sitompul

Politikus PDIP Ruhut Sitompul buka suara soal pernyataan mantan politikus Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban yang meminta MPR RI segera menggelar sidang istimewa untuk mengadili Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, MS Kaban menilai pemerintah telah gagal menangani pandemi Covid-19, hal itu terbukti terlihat dari perbedaan adanya pendapat antara menteri dan presiden.

Ucapan Kaban ikut ditanggapi Refly Harun melalui unggahan video di YouTube yang membahas mekanisme pemberhentian presiden sesuai konstitusi.

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Sindir Refly Harun, Isinya Astaga

"Jadi, dua tokoh ini, Kaban dan Refly saya anggap orang stres yang menjurus sebentar lagi bisa pesong, ya, karena omongan mereka, argumentasinya kabur, tidak jelas," tegas Ruhut Sitompul dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

Ruhut meminta Kaban introspeksi diri, apalagi kinerja eks Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak becus.

Dia juga menyebut Refly Harun tidak bisa kerja ketika menjadi komisaris utama di perusahaan BUMN.

"Jadi, mereka ini tidak ada nyambungnya, itu aku bilang, hanya orang pesong yang ngomong enggak ada nyambungnya," jelas dia.

Ruhut mendesak kepada semua pihak jangan menjadikan kondisi pandemi Covid-19 untuk dijadikan panggung politik.

Lebih lanjut, pria kelahiran Medan, 24 Maret 1954 itu mengingatkan jangan mencoba mengadu domba antara Presiden Jokowi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. 

"Aku mohon, enggak usah mengadu domba antara Pak Jokowi dan Pak Luhut. Pak Luhut itu loyalis Pak Jokowi, dan Pak Jokowi sangat percaya dengan Pak Luhut," tutur Ruhut Sitompul.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini