Bukan Korut, Juga Bukan Iran, Afghanistan Dinobatkan Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia

Bukan Korut, Juga Bukan Iran, Afghanistan Dinobatkan Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia Kredit Foto: Reuters/Afghanistan Ministry of Defence

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan Afghanistan tetap menjadi salah satu tempat paling mematikan bagi warga sipil di dunia, Rabu (21/7/2021). Negara itu sedang menghadapi meningkatnya kekerasan usai penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu serta meluasnya serangan Taliban.

Organisasi kemanusiaan yang berbasis di Jenewa itu mengatakan telah menerima dan merawat hingga 49.500 warga sipil yang terluka perang di seluruh Afghanistan dalam enam bulan pertama tahun ini saja.

Baca Juga: Separuh Afghanistan Sudah Jatuh ke Tangan Taliban, Jenderal Amerika Buka-bukaan

"Itu adalah rata-rata 270 orang setiap hari yang membutuhkan perawatan untuk cedera yang seringkali sangat serius dan menyakitkan yang mengubah hidup," kata ICRC.

Menurut ICRC, perempuan dan anak-anak merupakan hampir setengah dari semua korban sipil di Afghanistan. Kepala ICRC di Afghanistan, Eloi Fillion, mengimbau pihak-pihak yang berkonflik untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi warga sipil.

"Lebih dari empat dekade konflik bersenjata di Afghanistan telah menghancurkan sistem perawatan kesehatannya," katanya dikutip dari Anadolu Agency.

Terlebih lagi masyarakat menghadapi kebangkitan mematikan Covid-19 yang paralel dengan memburuknya kekerasan dalam beberapa bulan terakhir.

"Dengan Covid-19 menambah ancaman mematikan lainnya, akses ke perawatan kesehatan adalah salah satu kebutuhan kemanusiaan yang paling mendesak di mana pun di negara ini, terlepas dari afiliasi politiknya," ujar Fillion.

Sejak pengumuman rencana penarikan AS pada Mei, Taliban mengklaim telah merebut lebih dari 150 distrik di Afghanistan. Sementara, pasukan Afghanistan mengatakan mereka membunuh hingga 200 milisi setiap hari. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini