Amien Rais Bongkar Rahasia Penting, Singgung Nama Soeharto

Amien Rais Bongkar Rahasia Penting, Singgung Nama Soeharto Kredit Foto: Instagram Amien Rais

Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais membongkar hal mengejutkan yang terjadi sebelum Presiden kedua RI, Soeharto, lengser. Amien mengaku bahwa dirinya sempat ditelepon seorang petinggi TNI sebelum Soeharto lengser pada 21 Mei 1998.

"Pak Amien, tolong itu batalkan besok pagi (20 Mei), rencana syukuran reformasi di Monas," ujar Amien menirukan petinggi TNI itu, seperti dikutip dari channel YouTube Amien Rais Official, Kamis (22/7).

Baca Juga: Kasus Amien Rais Makin Panas, Novel Bamukmin Minta Ketegasan: Ini Masalah Nyawa...

Petinggi TNI itu juga mengancam membubarkan secara paksa massa yang tetap berkumpul di Monas.  Tak berhenti di situ, petinggi TNI tersebut bahkan menyinggung peristiwa Tiananmen di China.

Sebagai informasi, Tiananmen adalah pembantaian demonstrasi proreformasi di China pada pertengah tahun 1989. "Saya juga kaget, kemudian saya pakai sarung, baju batik lengan pendek saya naik Kijang pergi ke Monas," jelasnya.

Amien menjelaskan bahwa kondisi setiap jalan menuju Monas saat itu sudah ada besi-besi kawat duri yang digulung, beberapa tank, panser, dan lain-lain. Lantaran khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Amien bersama sejumlah tokoh reformasi lain lantas menggelar konferensi pers.

"Itulah pagi-pagi saya membuat press conference di depan televisi dan lain-lain, sebaiknya syukuran di Monas itu dipindah ke halaman DPR/MPR untuk syukuran, karena lebih aman," jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini