GudangAda Kantongi Rp1,5 Triliun pada Pendanaan Seri B

GudangAda Kantongi Rp1,5 Triliun pada Pendanaan Seri B Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel

GudangAda mengantongi lebih dari US$100 juta atau hampir Rp1,5 triliun dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Asia Partners dan Falcon Edge. Investor sebelumnya, yakni Sequoia Capital India, Alpha JWC, dan Wavemaker, turut berpartisipasi pada putaran pendanaan yang mengalami kelebihan permintaan atau melampaui target pendanaan sebesar US$75 juta. Total keseluruhan pendanaan GudangAda hingga hari ini telah menembus US$135 juta.

Dana terbaru ini akan digunakan untuk memperbesar tim GudangAda, serta memperkuat ekosistem perusahaan, seperti layanan logistik, sistem pembayaran (POS/SaaS), pemasaran, data, dan layanan keuangan. GudangAda juga berencana mengembangkan teknologi artificial intelligence/AI agar dapat menawarkan layanan personalisasi bagi para pedagang UMKM.

Baca Juga: Telkom CorpU-ITDRI Berhasil Usung Tiga Tim Startup Berlaga di Asia Pasifik

"Kami sekarang berada di posisi yang tepat untuk memberdayakan seluruh pemain rantai pasokan, mulai dari produsen, distributor, grosir, hingga pengecer di seluruh Indonesia dengan hampir setengah juta pengguna di lebih dari 500 kota tingkat-1 hingga tingkat-3 dan mengembangkan model monetisasi yang komprehensif dengan ekosistem yang lengkap," kata Stevensang, CEO GudangAda, dalam keterangan resmi, Kamis (22/7/2021). 

JJ Ang, CFO GudangAda, mengatakan, minat besar investor untuk putaran pendanaan Seri B merupakan bukti keberhasilan GudangAda dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus membangun platform dengan modal efisien yang mampu menghasilkan pertumbuhan.

Perusahaan mengeklaim sebagai salah satu platform e-commerce B2B dengan perkembangan tercepat dan modal terproduktif sepanjang sejarah pasar Asia Tenggara dengan pencapaian net merchandise value NMV sebesar US$6 miliar kurang dari 3 tahun, dan nilai investasi terakumulasi kurang dari US$35 juta, yakni rasio (efisiensi permodalan) sebesar 170x.

Saat ini, aplikasi GudangAda digunakan oleh lebih dari setengah juta pedagang di seluruh Indonesia yang melibatkan lebih dari 3 juta orang pekerja.

Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2020, layanan GudangAda logistik meningkat dua kali lipat setiap dua bulan. Menerapkan konsep bisnis asset-light dan capital-efficient, GudangAda telah bekerja sama dengan para pemilik bisnis kendaraan dan gudang, termasuk juga di antaranya dengan UMKM member GudangAda.

Diluar kerja sama tersebut, GudangAda juga menawarkan sistem layanan manajemen transportasi dan gudang yang dinamis untuk memudahkan mitra mendigitalisasi bisnisnya.

Menawarkan one-stop solution kepada UMKM Indonesia, GudangAda telah memperluas kategori produknya ke segmen obat-obatan atau farmasi, kemasan, peralatan rumah tangga, dan alat tulis. Ekspansi kategori ini didorong melalui kemitraan end to end (E2E) dengan prinsipal, distributor, pedagang besar, dan eceran di dalam rantai pasokan. Sejak ekspansi dilakukan di awal tahun 2021, puluhan ribu UMKM telah bertransaksi dalam kategori baru tersebut.

Hingga saat ini, GudangAda telah bermitra secara resmi dengan lebih dari 65 prinsipal, termasuk prinsipal lokal, nasional, dan multinasional, seperti Sido Muncul, Sasa, dan Reckitt Benckiser. GudangAda berencana memperluas kerja samanya dengan lebih banyak prinsipal ke depannya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini