Satgas Covid-19 Berikan Pesan untuk Pemerintah Daerah Jawa-Bali, Begini Katanya...

Satgas Covid-19 Berikan Pesan untuk Pemerintah Daerah Jawa-Bali, Begini Katanya... Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan evaluasi penanganan pandemi di 7 provinsi Jawa-Bali yang melaksanakan PPKM Darurat. Hal ini untuk melihat kesiapan daerah menghadapi pembukaan PPKM secara bertahap.

"Jika dilihat pada 7 provinsi Jawa-Bali yang melaksanakan PPKM Darurat, perkembangan selama 8 hari terakhir masih menunjukkan fluktuasi," ujar Wiku dalam keterangan pers virtual di kanal Youtube BNPB, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Anies Baswedan Punya Aturan Berbeda, Harap Disimak!

Adapun indikator yang digunakan dalam pertimbangan pembukaan PPKM secara bertahap adalah perkembangan kasus positif, kesembuhan, kematian, kondisiĀ bed occupancy rate (BOR), kepatuhan protokol kesehatan di level desa/kelurahan, serta kinerja laporan dari posko di tingkat daerah.

Wiku melaporkan hampir seluruh provinsi Jawa-Bali mengalami tren penurunan kasus positif, hanya Bali yang mengalami peningkatan dalam 3 hari terakhir. Sementara 5 dari 7 provinsi menunjukkan tren peningkatan pada angka kesembuhan, kecuali DKI Jakarta dan Yogyakarta yang mengalami penurunan.

Kemudian, hanya DKI Jakarta yang mengalami penurunan angka kematian. Per 21 Juli 2021, DKI Jakarta menunjukkan penurunan yang signifikan dari 268 menjadi 95 kematian dalam sehari.

Lebih lanjut, Wiku menyampaikan BOR seluruh provinsi mengalami penurunan kecuali Bali. "Bali, sama seperti kasus positifnya, BOR-nya masih perlu menjadi perhatian untuk segera diperbaiki."

Kepatuhan masyarakat di level desa/kelurahan terhadap protokol kesehatan juga mengalami perubahan. Persentase ketidakpatuhan terhadap penggunaan masker di ketujuh provinsi tersebut berada di bawah angka 30%. Namun, kepatuhan menjaga jarak masih menjadi kendala di banyak desa/kelurahan, terutama di wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten.

Sebagian provinsi juga kurang dari 50% posko yang melaporkan kinerjanya, hanya DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Bali yang pelaporan kinerja poskonya dilakukan lebih dari 50% posko di daerahnya masing-masing.

Berdasarkan catatan laporan yang dimiliki Wiku, ia mengimbau para pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja penanganan pandemi masing-masing daerah.

"Dimohon kepada pemerintah DKI Jakarta untuk meningkatkan angka kesembuhand an meningkatkan desa/kelurahan di wilayahnya untuk patuh menjaga jarak," papar Wiku.

Pemerintah Jawa Tengah dan Banten diminta untuk menurunkan angka kematian, meningkatkan desa/kelurahan di wilayahnya untuk patuh menjaga jarak, serta meningkatkan pelaporan kinerja posko pada posko yang sudah terbentuk.

Selanjutnya, pemerintah Jawa Barat dan Jawa Timur diminta untuk menurunkan angka kematian serta meningkatkan pelaporan kinerja posko di masing-masing wilayah. Kemudian, pemerintah Yogyakarta diminta meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian. Terakhir, pemerintah Bali dimina untuk menurunkan angka kasus positif, kematian, dan BOR isolasi.

"Ini menjadi tanggung jawab seluruh unsur daerah, yaitu pemda dan seluruh lapisan masyarakatnya, untuk memastikan kesiapan daerahnya menghadapi pembukaan bertahap nantinya," tuturnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini