Afghanistan Masih Jadi Masalah, Erdogan: Dengan Turki, Perundingan Akan Nyaman

Afghanistan Masih Jadi Masalah, Erdogan: Dengan Turki, Perundingan Akan Nyaman Kredit Foto: Reuters/Presidential Press Office

Presiden Turki pada Selasa mengatakan Ankara mempertimbangkan untuk mengoperasikan bandara utama di Afghanistan. Presiden juga menyinggung kesiapan membahas proses perdamaian Afghanistan dengan Taliban.

“Dengan merundingkan proses ini dengan Taliban, seperti halnya Taliban melakukan beberapa pembicaraan dengan Amerika Serikat, Taliban harus mengadakan pembicaraan ini dengan Turki dengan lebih nyaman,” kata Recep Tayyip Erdogan kepada wartawan setelah salat Iduladha di Republik Turki Siprus Utara (TRNC).

Baca Juga: Erdogan Kembali Dikecam Prancis Atas Pernyataannya, tapi Kali Ini Terkait...

Erdogan berada di TRNC untuk memeringati 47 tahun Operasi Perdamaian Siprus Turki. Mengacu pada pembicaraan damai Afghanistan di Doha, Qatar, Erdogan mengatakan: “Saya pikir kami akan memanfaatkan proses ini dengan baik. Ada alternatif lain (juga), dan kami sedang mengerjakan alternatif ini”.

“Turki mempertimbangkan untuk menangani pengoperasian Bandara Kabul, jika beberapa persyaratan terpenuhi," kata dia. “Sekarang ada era baru,” kata Erdogan, menambahkan: “Tiga otoritas utama terlihat di sini; NATO, AS, dan Turki.”

Memperhatikan bahwa AS mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari wilayah tersebut, Erdogan mengatakan bahwa Washington ingin Bandara Kabul dioperasikan oleh Turki seperti yang telah dilakukan selama beberapa tahun.

“Kami saat ini melihat ini secara positif,” katanya, menambahkan tetapi Turki memiliki “beberapa syarat”.

“Pertama, AS akan berada di pihak kita dalam hal diplomasi, dalam hubungan diplomatik,” jelas Erdogan.

“Kedua, [AS] akan memobilisasi sarana mereka untuk kami di titik logistik, dan akan mentransfer kekuatan apa pun yang mereka miliki ke Turki dalam hal logistik.”

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini