Demonstrasi Berlanjut, Pedemo Iran Kini Layangkan Protes Krisis Air

Demonstrasi Berlanjut, Pedemo Iran Kini Layangkan Protes Krisis Air Kredit Foto: Unsplash/Sepehr Aleagha

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan rakyat memiliki hak untuk memprotes situasi saat ini. "Harus menghadapi kekurangan air dan panas di atas 50 derajat Celcius sangat sulit dan melelahkan dan orang-orang memiliki hak untuk memprotes situasi saat ini," katanya seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.

Presiden terpilih Ebrahim Raisi, yang akan mengambil alih kekuasaan dari Rouhani pada 5 Agustus, menyebut Khuzestan telah diabaikan. Dia pun bakal menunjuk seorang gubernur dengan kekuatan khusus untuk provinsi tersebut untuk mengatasi masalah-masalahnya secara lebih efektif.

Krisis air telah menghancurkan pertanian dan peternakan di Khuzestan dan menyebabkan pemadaman listrik di bagian lain negara itu. Kondisi tersebut memicu protes di beberapa kota awal bulan ini.

Pihak berwenang menyalahkan kekurangan air pada kekeringan parah. Akan tetapi, pengunjuk rasa mengatakan korupsi dan salah urus pemerintah serta kebijakan "diskriminatif" yang bertujuan mengubah demografi kawasanlah yang harus disalahkan. Protes di Khuzestan datang ketika ribuan pekerja di sektor energi utama Iran telah melancarkan pemogokan untuk upah dan kondisi kerja yang lebih baik.

Ekonomi Iran telah terpukul keras sejak 2018 ketika mantan presiden AS Donald Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi besar-besaran terhadap negara itu. Pandemi Covid-19 telah memperburuk masalah ekonomi negara.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini