Penelitian Singapura Beber Manfaat Lain Vaksin: Harus Terima Fakta, Itu Bantu Keparahan...

Penelitian Singapura Beber Manfaat Lain Vaksin: Harus Terima Fakta, Itu Bantu Keparahan... Kredit Foto: Unsplash/Justin Lim

Orang-orang yang sudah divaksinasi menyumbang tiga perempat kasus infeksi COVID-19 di Singapura. Data ini dihimpun dalam empat pekan terakhir. Namun, mereka yang terinfeksi ini tidak mengalami sakit parah.

Program vaksinasi yang cepat di negara itu membuat jumlah orang yang belum divaksinasi makin sedikit. Data menunjukkan vaksin sangat efektif mencegah kasus yang parah.

Baca Juga: Pengumuman, Australia Beri Restu Vaksin Pfizer untuk Digunakan Anak Usia 12-15 Tahun

Data juga mengungkap adanya risiko penularan pada mereka yang telah menerima vaksin, sehingga vaksinasi saja tidak cukup untuk menghambat transmisi virus. Dari 1.096 kasus penularan lokal di Singapura dalam 28 hari terakhir, 484 (44 persen) di antaranya berasal dari orang yang sudah divaksinasi penuh, 30 persen dari orang yang divaksinasi sebagian, dan 25 persen belum divaksin.

Sementara itu, ada tujuh kasus serius yang memerlukan bantuan oksigen, dan satu kasus dirawat intensif. Tak seorang pun dari kedelapan pasien itu sudah divaksinasi secara penuh, kata kementerian kesehatan.

"Ada bukti berkelanjutan bahwa vaksinasi membantu mencegah keparahan penyakit jika penerimanya tertular," kata kementerian.

Infeksi bukan berarti vaksin tak efektif

Menurut para pakar, infeksi pada orang yang telah divaksinasi tidak berarti vaksin tidak efektif. "Ketika makin banyak orang divaksinasi di Singapura, kita akan melihat lebih banyak kasus infeksi di antara penerima vaksin," kata Teo Ying Ying, dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di Universitas Nasional Singapura (NUS).

Singapura sudah menginokulasi hampir 75 persen dari 5,7 juta penduduknya. Angka iniĀ  tertinggi kedua setelah Uni Emirate Arab. Setengah dari populasinya sudah menerima vaksinasi penuh.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini