Rocky Gerung Keras Sindir Moeldoko, Jleb Banget!

Rocky Gerung Keras Sindir Moeldoko, Jleb Banget! Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan komentarnya terhadap dugaan Indonesian Corruption Watch (ICW) atas kedekatan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dengan petinggi perusahaan Harsen, produsen Ivermectin.

Di sisi lain, Moeldoko tak terima dengan dugaan ICW dan berencana memproses tuduhan dari organisasi itu secara hukum.

Baca Juga: Bawa-Bawa Drama dengan Demokrat, Rocky Gerung Tanggapi Tudingan ICW ke Moeldoko

Menurut Rocky, publik akan menilai bahwa Moeldoko berada dalam rezim farmakopolitik atau politisasi bidang farmasi.

“Tak mungkin tak ada kepentingan Moeldoko di situ, mungkin untuk menjalankan farmakopolitik yang lebih besar lagi, seperti BUMN, importir, atau lobi kekuasaan,” ujarnya di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (23/7/2021).

Rocky mengatakan bahwa sebelum tuduhan ICW bisa dibuktikan secara hukum, logika publik selalu bekerja dengan prinsip farmakopolitik.

“Publik akan selalu menilai bahwa kepentingan farmasi akan berkaitan dengan promosi politik,” katanya.

Akademisi itu memaparkan bahwa pola pikir farmakopolitik sudah terjadi di seluruh dunia. Misalnya, seorang dokter melakukan seminar kesehatan yang disponsori oleh perusahaan obat besar.

“Dia juga nanti jadi influencer untuk perusahaan itu dalam preskripsi obatnya. Apotik-apotik juga begitu untuk dapat keuntungan itu sudah satu paket dalam kapitalisme obat,” paparnya.

Lebih lanjut, filsuf itu menegaskan bahwa di dalam lingkaran kekuasaan, tiap makhluk politik pasti mempunyai ambisi.

“Ambisi itulah yang kemudian disulap sedemikian rupa melalui informasi. Pasalnya, kekuasaan itu bukan tempat suci,” ungkap Rocky Gerung.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini