Ferdinand Hutahaean Lantang: Saya Mendesak Bareskrim Polri Ambil Alih Kasus Ini

Ferdinand Hutahaean Lantang: Saya Mendesak Bareskrim Polri Ambil Alih Kasus Ini Kredit Foto: Instagram/Ferdinand Hutahaean

Mantan Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Ferdinand Hutahaean menanggapi penangkapan dua orang berinisial N dan B sebagai terduga provokator seruan aksi demo tolak PPKM serentak 24 Juli 2021 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Ferdinand meyakini dua orang yang ditangkap di Semarang itu tidak berdiri sendiri dan bukan murni sebagai penggagas demo 24 Juli untuk menolak kebijakan PPKM masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Obat-obat yang Dicari Jokowi di Apotek, Apoteker Beber Jenis dan Khasiatnya

"Saya menduga kuat pelaku N dan B ini hanyalah pion yang digerakkan oleh kekuatan tertentu. Apakah itu kekuatan anti-Pancasila, atau kekuatan politisi busuk dan para koruptor yang menggunakan uang kotor untuk membiayai aksi-aksi seperti ini," ucap Ferdinand kepada JPNN.com, Sabtu (24/7/2021).

Sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, perencanaan aksi demo tolak PPKM tersebut sempat dibahas melalui rapat virtual dengan aplikasi Zoom serta ada percakapan grup WhatsApp.

Iqbal juga menyebut dari percakapan melalui WhatsApp itu terungkap ajakan aksi disebar di wilayah Semarang, Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Kudus.

"Tidak mungkin mereka berdiri sendiri tanpa ada yang menggerakkan dan membiayai," lanjut Ferdinand.

Oleh karena itu, mantan politikus Partai Demokrat tersebut mendesak Polda Jateng melimpahkan kasus ini kepada Mabes Polri agar pengusutan kasusnya bisa lebih luas. Ferdinand Hutahaean menduga kasus itu bukan perkara lokal kareka gerakannya sangat masif dan terjadi di banyak daerah.

"Saya mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk mengambil alih kasih ini dan mengusut tuntas siapa-siapa aktor dibalik N dan B. Ini harus dibongkar supaya bangsa ini tertib dan tidak dikacaukan oleh kekuatan-kekuatan politik busuk dan anti-Pancasila," pungkas Ferdinand.

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini