Nyalakan Lampu Hijau, Utusan Arab Saudi Bisa Datang ke Tanah Iran untuk Agenda...

Nyalakan Lampu Hijau, Utusan Arab Saudi Bisa Datang ke Tanah Iran untuk Agenda... Kredit Foto: Reuters/West Asia News Agency/Majid Asgaripour

Iran dan Arab Saudi dilaporkan bakal segera merintis rekonsiliasi untuk memulihkan hubungan diplomatik. Sebagai permulaan, Riyadh disebut akan mengirim delegasi dalam acara pelantikan presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi.

"Kerajaan Arab Saudi dapat mengirim perwakilan untuk berpartisipasi dalam upacara pelantikan presiden terpilih, Ebrahim Raisi, dan hubungan diplomatik antara kedua negara akan dilanjutkan setelah itu,” kata surat kabar Iran, Etemad, mengutip seorang sumber, dikutip laman Middle East Monitor pada Sabtu (24/7/2021).

Baca Juga: Demonstrasi Berlanjut, Pedemo Iran Kini Layangkan Protes Krisis Air

Menurut sumber tersebut, Iran dan Saudi akan membuka kembali kedutaan besar (kedubes) di negara mereka satu sama lain dalam waktu dekat.

“Kami berkomitmen melanjutkan konsultasi untuk menyelesaikan semua perbedaan antara Teheran dan Riyadh. Jika ada kebutuhan meningkatkan tingkat dialog dan kami berhasil mencapai kesepakatan, maka kami tidak memiliki batasan dalam hal ini,” kata Juru Bicara Pemerintah Iran, Ali Rabii, dalam konferensi pers pekanan.

Rabii menekankan, Iran selalu menyambut dialog untuk mencapai hasil positif. “Kami berharap dapat terlibat dalam negosiasi positif dengan Arab Saudi,” ujarnya.

Hubungan Iran dan Saudi yang sudah lama rapuh kian retak sejak awal 2016. Hal itu terjadi setelah kedutaan besar Saudi di Teheran digeruduk. Kala itu, rakyat Iran tengah menggelar demonstrasi memprotes keputusan Saudi mengeksekusi ulama Syiah terkemuka, Nimr Al-Nimr, dan tahanan lainnya.

Kedua negara pun berseberangan dalam isu konflik Yaman. Saudi menuding Iran mendukung terorisme dan mengancam kapal-kapal di kawasan Teluk.

Sedangkan berita di laman Aljazirah, 22 Juni silam menyebutkan, Saudi akan menilai Raisi berdasarkan “kenyataan di lapangan”. Hal ini diungkap Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

“Dari perspektif kami, kebijakan luar negeri Iran dalam hal apapun ditentukan oleh pemimpin tertinggi mereka dan karenanya kami menetapkan interaksi dan pendekatan kami kepada Iran berdasarkan kenyataan di lapangan. Itulah cara kami menilai pemerintahan baru (Iran), terlepas dari siapapun yang memimpin,” ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini