Gerakan Menjatuhkan Jokowi Memanas, Pakar Beber Bahaya

Gerakan Menjatuhkan Jokowi Memanas, Pakar Beber Bahaya Kredit Foto: Antara/Biro Pers - Setpres

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS membeberkan adanya indikasi perongrong kekuasaan mulai bergejolak. Ada alarm bahaya yang diungkapnya.

Aksi demonstrasi di Ambon, Bandung, dan Jokowi End Game yang sedianya digelar 24 Juli jadi salah satu penandanya. Sebelum situasi bertambah panas dan bahaya, Jokowi disarankan bersiap.

"Bentuk kembali tim gabungan cyber yang bekerja mengantisipasi penggalangan kekuatan," kata Fernando kepada GenPI.co, Senin (26/7).

Baca Juga: Pernyataan Firli Bahuri Tegas, Anies Baswedan Siap-siap

Selain itu, Jokowi juga bisa memanfaakan Polri, TNI, dan BIN untuk bersinergi dan lebih jeli lagi dalam melakukan pencegahan. Fernando membeberkan, ada dugaan situasi Indonesia akan dibuat kacau oleh elite politik yang ingin menjatuhkan Jokowi.

"Saya kembali menyerukan kembali yang punya syahwat berkuasa agar ditahan dulu," katanya. Sebab, bukan berarti mereka yang berani menggantikan Jokowi misalnya, akan punya kinerja lebih baik.

Fernando mengatakan masyarakat perlu melakukan apresiasi terhadap Polri, TNI, dan BIN. Sebab, aksi 24 Juli yang sempat memanas bisa melempem dan tidak menjadi gerakan yang lebih besar.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini