Wapres: Ekonomi Syariah Terganjal Rendahnya Literasi

Wapres: Ekonomi Syariah Terganjal Rendahnya Literasi Kredit Foto: Instagram/kyai_marufamin

Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mendorong literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah terus dilakukan. Wapres mengungkapkan survei Bank Indonesia (BI) pada 2020 menunjukkan indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah nasional sebesar 16,2%

“Dibutuhkan peran serta berbagai pihak, khususnya generasi muda yang sangat strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah secara luas,” ucap Wapres di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Tiga Strategi Bank Indonesia Perkuat Ekonomi Syariah

Maruf mengatakan keberhasilan pengembangan ekonomi syariah, salah satunya dipengaruhi tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Wapres mengatakan semakin tinggi literasi ekonomi dan keuangan syariah pada masyarakat maka akan semakin tinggi pula penggunaan barang dan jasa yang halal dan sesuai syariah oleh masyarakat.

Pada gilirannya hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan,” jelas Wapres. Kinerja ekonomi syariah di tanah air secara umum tetap tumbuh dengan baik meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2020 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mencapai -1,72% (year on year).

Ia mengatakan, kontraksi ini tidak sedalam yang dialami ekonomi nasional yang mencapai -2,07%. Selain itu laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) 2020 juga menyebutkan bahwa dari 42 negara yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia menempati posisi kedua dengan skor 82,01 setelah Malaysia.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini