Lewat STAL, PURE Berharap Kinerja Bakal Terkerek

Lewat STAL, PURE Berharap Kinerja Bakal Terkerek Kredit Foto: Trinitan Metals and Minerals

PURE Berharap Teknologi STAL Dapat Tingkatkan Kinerja dan Perfoma Perseroan

PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE), berharap kehadiran teknologi STAL (Step Temperature Acid Leach) dapat lebih meningkatkan kinerja dan performa Perseroan kedepannya, sejalan dengan rencana pengembangan industri baterai lithium untuk kendaraan listrik di Tanah Air. 

Direktur Utama PURE, Widodo Sucipto, yang baru saja diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pekan lalu menyampaikan bahwa Perseroan selama ini telah menghasilkan Pure Lead, Calcium Lead, Tin Lead, Antimony Lead dan lain-lain. Selain itu, Perseroan juga telah berhasil melakukan inovasi dalam pengembangan ekstraksi timah melalui teknologi pirometalurgi dan hidrometalurgi. 

Namun demikian, menurut Widodo, semua produk-produk komoditas utama dan pengalaman yang mendalam di bidang tersebut belum mampu mengangkat kinerja Perseroan di tahun 2020. Salah satu penyebabnya adalah kondisi pandemi yang berkepanjangan secara global, yang juga berpengaruh pada fluktuasi harga bahan baku, nilai kurs dan sulitnya suplai bahan baku Perseroan. 

Baca Juga: Feasibility Study Completed, STAL Technology Ready for Commercial Scale

"Sepanjang tahun 2020, begitu banyak berita mengenai penggunaan Nikel sebagai komponen baterai Lithium untuk mobil listrik. Perseroan yang memiliki teknologi hidrometalurgi dalam tahapan produksinya menyadari dari awal peluang mengembangkan penerapan teknologi ini yang kemudian menghasilkan teknologi STAL, diharapkan pengembangan teknologi STAL ini dapat meningkatkan kinerja dan perfoma Perseroan di masa mendatang," ungkap Widodo, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/7/2021). 

Baca Juga: Heboh! Puluhan Ribu Investor Ritel Borong Saham IPO Bukalapak di Ajaib

Untuk diketahui, teknologi STAL merupakan teknologi pengolahan nikel secara hidrometalurgi yang dikembangkan oleh PURE, dan dimiliki oleh HMI. Teknologi karya anak bangsa ini mampu memproses nikel kadar rendah yang selama ini mengendap, dengan proses yang ramah lingkungan dan biaya yang juga rendah. Adapun, teknologi STAL sudah melalui proses validasi teknologi dari Kementerian ESDM, audit teknologi dari BPPT serta studi kelayakan dari konsultan profesional asal Jepang. 

Dalam Laporan Komisaris yang disampaikan oleh Richard Tandiono pada RUPS Tahunan pekan lalu, PURE disebut telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kinerja, seperti terus melakukan inovasi produk dengan beberapa varian produk barunya, terus mencari fasilitas pendanaan selain dari perbankan, melakukan restrukturisasi hutang kepada para kreditur, hingga mengembangkan penerapan teknologi STAL (Step Temperature Acid Leach). Selain itu, PURE juga disebut telah melakukan investasi industri hulu dengan mendirikan anak perusahaan bernama PT Hydrotech Metal Indonesia (HMI) yang bergerak terutama di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan industri logam dasar. 

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini