Dear Mahasiswa, Pasang Kuping Kamu! Dengerin Nih Omongan Ridwan Kamil: Kritik Boleh Saja, Asal...

Dear Mahasiswa, Pasang Kuping Kamu! Dengerin Nih Omongan Ridwan Kamil: Kritik Boleh Saja, Asal... Kredit Foto: Rahmat Saepulloh

Dalam kesempatan itupun, Emil pun menjawab pertanyaan mahasiswa terkait masih rendahnya persentase vaksinasi warga Jawa Barat. Hal itu terjadi karena ketersediaan vaksin yang sedikit namun memiliki penduduk yang paling banyak. 

"Kita harus tabayun kalau melihat angka-angka di media. (Vaksinasi) memang rendah, karena dikasihnya untuk 5 juta manusia. Kalau persentase, kami pasti kecil karena dibandingkannya dengan 50 juta manusia," ungkapnya.

Selain itu, Emil pun mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi dalam mengatasi pandemi. Salah satunya, mengajak para pengkritik khususnya mahasiswa untuk melakukan aksi nyata dalam membantu menangani pandemi ini seperti menjadi relawan. Sebab, persoalan kesehatan ini merupakan masalah bersama sehingga tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah.

"Sambil kita kritisi, mau engga turun ke jalan jadi relawan, sambil membagikan sembako," ujarnya.

Dia menyebutkan pihaknya memiliki anggaran untuk program bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat yang ekonominya rawan akibat PPKM. 

"Kami punya anggaran, tidak semua bantuan sosial ini penerimanya yang terdaftar. Misal ada PKL yang berasal dari luar Jawa Barat. Boleh mahasiswa sambil kritisi, sambil demo pun enggak ada masalah. Tapi sambil membagikan sembako," jelasnya.

Adapun, Ketua Badko HMI Jawa Barat, Khoirul Anam mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam membantu penanganan pandemi ini. Namun, dia mengaku sering kesulitan untuk berkoordinasi dengan pemerintah ketika hendak memberikan bantuan.

"Jangan sampai ada kolaborasi, tapi nanti siapa yang bisa kita hubungi?" ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IMM Jawa Barat, Deni Safrudin mengaku sulitnya ketika hendak berkomunikasi dengan Emil. 

"Terkadang kita sulit berkomunikasi dengan bapak," katanya.

Bahkan, ketika mahasiswa diajak berkolaborasi, pihaknya belum tahu harus menghubungi siapa. "Saat harus kolaborasi, belum tahu harus kemana, siapa yang dihubungi," imbuhnya.

Dia berharap ajakan kolaborasi ini bisa benar-benar direalisasikan. "Kami ingin ketika 'perang', jenderal lapangannya Pak Gubernur. Tapi terkadang kita sulit berkomunikasi dengan bapak. Kami akan nurut, maka dari itu komunikasi harus sampai. Jangan sampai ketika Bapak merintahkan 'tembak, tapi kami masyarakat masih belum tahu," pungkasnya.

Tampilkan Semua
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini