Ke Luhut Rajin Kasih Kritik, Giliran Fasilitas Hotel Berbintang Anggota DPR Diam, Ke Mana Puan?

Ke Luhut Rajin Kasih Kritik, Giliran Fasilitas Hotel Berbintang Anggota DPR Diam, Ke Mana Puan? Kredit Foto: Istimewa

Direktur LIMA Ray Rangkuti menolak jika sikap Ketua DPR Puan Maharani yang gencar melancarkan kritik ke pemerintah dalam urusan penanganan pandemi belum bisa disebut sebagai sikap yang kritis untuk membela kepentingan rakyat.

"Kritik Mbak Puan lebih menyasar pada Luhut yang merasa paling hebat se Indonesia dan kerjanya nantang-nantang orang," kata Ray.

Aktivis '98 itu membuktikan apa yang dilakukan Puan terkesan "pilih-pilih", ketika di luar kekuasaan legislatif, ia bisa mengkritik. Namun ketika Setjen DPR memberikan fasilitas hotel berbintang bagi anggota DPR, tenaga ahli dan staf yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) Puan memble alias hanya diam saja.

"Mbak Puan tidak bisa mencegah Setjen DPR menyedikan fasilitas hotel bagi DPR Isoman. Ngapain teriak di luaran tapi di internal ada masalah tapi tidak bisa mencegah," kata Ray menyayangkan peran Puan.

Selain itu diamnya Puan juga dilakukan saat beberapa masalah di internal DPR soal usulan RS khusus bagi anggota DPR dan juga plat nomor mobil khusus bagi angggota DPR.

"Padahal beberapa fraksi sudah tidak setuju, peristiwa sebelumnya (plat nomor khusus DPR) juga tidak berbuat apa-apa," terang Ray.

Aktivis jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakara ini mengatakan, jika Puan benar-benar ingin menjadi sosok negarawan harusnya dia berani tegas mengkritik pemerintah yang lambat melakukan vaksinasi.

Kata Ray, dalam situasi pandemi virus corona baru (Covid-19), masalah yang paling urgen dilakukan adalah vaksinasi.

"Saya tidak sepakat kalau pandangan Puan dinilai kritis. Sekarang tidak ngomong vaksinasi yang lambat, padahal problem mendasar sekarang lambatnya vaksinasi, belum tembus satu juta per hari. Harusnya garang berani kritik pemerintah. Itu saya kira kritis," kata Ray.

rmol

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini