Waduh! Dari 270 Juta Penduduk RI, Baru 2% yang Melek Investasi Saham

Waduh! Dari 270 Juta Penduduk RI, Baru 2% yang Melek Investasi Saham Kredit Foto: Akbar Nugroho Gumay

Analis Heyokha Research Indonesia, Fransiskus Xaverius Nicholas mengungkapkan populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 270-an juta, pada Juni 2021 hanya sebanyak 5.605.632 penduduk yang baru melek tentang investasi saham pasar modal.

“Jumlah penduduk yang melek investasi saham pasar modal itu masih setara 2 persen dari total keseluruhan jumlah penduduk Indonesia,” ujarnya dalam dalam Sesi I pada Universitas Indonesia Investment Class, Minggu (1/8/2021).

Jumlah penduduk melek investasi saham pasar modal pada tahun 2021 tersebut mengalami kenaikan dibandingkan pada sepanjang tahun 2020 dengan jumlah 3.880.753 penduduk. Dalam kurun waktu setengah tahun, setidaknya terjadi kenaikan sebesar 44,45 persen. Baca Juga: Mau Mulai Investasi? Harus Berani Mulai Menunda Kenikmatan

Dengan jumlah persentase sekecil itu, Nicholas merasa heran saat ini masih sedikit orang di Indonesia yang melek investasi saham pasar modal. Sebab, bagi Nicholas, saham pasar modal merupakan harta karun tersembunyi di tengah ketidakjelasan ekonomi seperti yang terjadi pada pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kalau kalian masuk sebagai investor, aset kalian bisa kerja keras ketika kalian tidur,” ujarnya.

Nicholas menambahkan, uniknya sebagian besar penduduk Indonesia yang sudah melek investasi saham pasar modal adalah anak-anak muda berusia produktif. Berdasarkan Demografi investor Individu per 21 Juni, penduduk berusia kurang dari 30 tahun atau setara 58,39 persen sudah berinvestasi saham pasar modal dengan nilai aset mencapai Rp 35,77 triliun. Disusul penduduk berusia 31-40 tahun atau setara 21,61 persen dengan nilai aset Rp 72,60 triliun dan penduduk berusia 41-50 tahun atau setara 10.93 persen dengan nilai aset Rp 135,48 triliun.Baca Juga: Jangkau Investor Muda, BCA Lakukan Stock Split Saham

Hal tersebut diperkuat berdasarkan data dalam kategori pendidikan. Di antaranya penduduk berpendidikan SMA sebanyak 53,54 persen dengan nilai aset Rp 160 triliun; penduduk berpendidikan S1 sebanyak 35,30 persen dengan nilai aset Rp 430,12 triliun; penduduk berpendidikan D3 sebanyak 7,85 persen dengan nilai aset Rp 30,73 triliun; dan penduduk berpendidikan S2 sebanyak 3,32 persen dengan nilai aset Rp 91,48 triliun.

“Kalau kalian masih muda investasi dalam waktu 20-30 tahun ke depan kalian akan berada pada top economy. Bayangkan peluang sebesar itu baru 2 persen populasi yang mempunyai saham,” jelasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini