APBN Terbebani Utang yang Membengkak, Fuad Bawazier Sebut Ancaman Krisis Moneter Bisa Terulang

APBN Terbebani Utang yang Membengkak, Fuad Bawazier Sebut Ancaman Krisis Moneter Bisa Terulang Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier mengingatkan kepada pemerintah Indonesia agar berhati-hati dalam memanfaatkan hutang yang menyebabkan defisit terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Sekarang ini hutangnya via Surat Berharga Negara (SBN) nanti saat krisis pandemi selesai dan hutang ini tidak akan lunas bahkan akan semakin membengkak,” ujarnya dalam diskusi Ekonomi Politik APBN, Utang dan Pembiayaan Pandemi Covid-19, Minggu (1/8/2021).

Baca Juga: APBN Berpotensi Krisis di Masa Mendatang, Ekonom Senior Indef: APBN Sakit Hasil Demokrasi Siluman

Berdasarkan pengalaman Fuad, pada saat mengalami krisis moneter pada akhir tahun 1990-an, yang harus diwaspadai dengan kondisi pandemi Covid-19 memiliki kemiripan saat krisis moneter.

Saat krisis moneter terjadi, dia mengakui, terjadi kesalahan kebijakan dengan mengikuti tawaran hutang dari International Monetary Fund (IMF). Padahal, negara tetangga seperti Malaysia sejak awal memutuskan menolak tawaran tersebut. Sedangkan Thailand yang sempat tertarik, di akhir menyatakan penolakan.

Akibatnya yang terjadi adalah periode presiden yang tidak pernah berlangsung lama. Sejak Presiden B.J. Habibbie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarno Putri yang menyebabkan ketidakstabilan politik. Di bawah kepemimpinan Presiden SBY dengan stabilitas politik yang memadai, hutang kepada IMF lunas.

“Hutang saat ini makin tidak terkendali dan liar. Kalau trennya ini berjalan terus, soal waktu saja akan terjadi krisis gagal bayar dan menjadi krisis besar. Mayoritas krisis di dunia itu terjadi karena gagal bayar hutang,” pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini