Afghanistan Percaya Militer Bukan Solusi Akhiri Perang, tapi Apakah Didengar Amerika?

Afghanistan Percaya Militer Bukan Solusi Akhiri Perang, tapi Apakah Didengar Amerika? Kredit Foto: Getty Images/NurPhoto/Wali Sabawoon

Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad, mengatakan perang di Afghanistan tidak memiliki legitimasi. Menurutnya, solusi politik adalah satu-satunya jalan ke depan untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan.

Berbicara di Forum Keamanan Aspen pada Selasa (3/8/2021), Khalilzad mengatakan, Washington mengharapkan Taliban dan pemerintah Afghanistan fokus pada penyelesaian politik di tengah kekerasan sangat memprihatinkan. Dia meyakini bahwa tidak ada solusi militer untuk mengakhiri perang di Afghanistan.

Baca Juga: Nasib Pengungsi Afghanistan Dipertanyakan, Anak Buah Erdogan Singgung Keras Amerika

“Kami percaya bahwa tidak ada solusi militer. Pada akhirnya agar Afghanistan memiliki perdamaian dan stabilitas, perlu ada penyelesaian politik yang dinegosiasikan serta memiliki dukungan luas di Afghanistan dan dukungan luas di kawasan dan sekitarnya," ujar Khalilzad, dilansir Al Jazeera, Rabu (4/8/2021).

Taliban telah melakukan peningkatan serangan menjelang tahap akhir penarikan AS dan pasukan internasional. Pasukan asing sepenuhnya ditarik dari Afghanistan pada akhir Agustus. Sejak saat itu, Taliban telah menguasai daerah pedesaan dan penyeberangan perbatasan utama, serta menekan ibu kota provinsi.

Khalilzad mengatakan anggota Taliban telah berada dalam kerangka berpikir maksimal. Sementara pemerintah Afghanistan berusaha mengembangkan strategi militer baru. Namun dia menegaskan kembali bahwa, skenario kasus terbaik adalah kesepakatan yang dinegosiasikan untuk mengakhiri kekerasan.

"Itulah yang diinginkan rakyat Afghanistan, itulah yang diinginkan Amerika Serikat. Perang ini tidak memiliki legitimasi lagi. Ini hanya perjuangan untuk keseimbangan kekuatan," kata Khalilzad. 

Pembicaraan dua hari antara pemerintah Afghanistan dan delegasi Taliban awal bulan ini di ibukota Qatar, Doha, berakhir tanpa kesepakatan. Kedua belah pihak mengatakan, mereka tetap berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi tingkat tinggi sampai penyelesaian tercapai 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini