Efek PPKM Darurat, Jumlah Penumpang AP I Anjlok 72%

Efek PPKM Darurat, Jumlah Penumpang AP I Anjlok 72% Kredit Foto: Antara/Umarul Faruq

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, mengungkapkan bahwa volume pergerakan pesawat dan penumpang di 15 bandara yang dikelola perusahaannya mengalami penurunan pada Juli lalu.

Penurunan ini imbas dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) Darurat.

Baca Juga: Seluruh Bandara AP II Siap Terapkan Pembatasan Masuk WNA

"Penurunan trafik ini mengindikasikan keberhasilan kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat yang bertujuan untuk menurunkan laju pertumbuhan kasus Covid-19 di Tanah Air yang sejak akhir Juni mengalami lonjakan kasus. Seiring dengan masifnya program vaksinasi Covid-19 belakangan ini, kami berharap herd immunity dapat segera terwujud dan dapat meningkatkan kembali trafik penerbangan dan perekonomian secara umum," ujar Faik di Jakarta, kemarin.

Arus lalu lintas pesawat di bandara pada Juli lalu, misalnya, anjlok 52% menjadi 16.173 pesawat dari 33.752 pesawat di Juni lalu. Trafik penumpang juga anjlok 72% menjadi 939.629 penumpang dari 3.426.376 penumpang di Juni. Begitu juga trafik kargo yang turun menjadi 30.589.833 kg pada Juli dari 33.820.194 kg pada Juni.

Adapun trafik penumpang tertinggi pada Juli lalu terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang sebesar 259.203 pergerakan penumpang. Sementara, trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 168.012 pergerakan penumpang.

Sementara itu, total trafik penerbangan di 15 bandara AP I sejak Januari hingga Juli 2021 adalah 15.415.401 pergerakan penumpang, 188.397 pergerakan pesawat, dan 234.419.529 kg kargo.

"Bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan udara pada masa PPKM, kami senatiasa mengingatkan untuk menyiapkan dokumen perjalanan dengan teliti sesuai aturan yang berlaku bagi tujuan masing-masing. Selain itu, calon penumpang dapat selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan selama dalam perjalanan," pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini