Baliho Puan Seperti Jadi Endemi, Pengamat: Itu Upaya Politik untuk Menggembok Ganjar

Baliho Puan Seperti Jadi Endemi, Pengamat: Itu Upaya Politik untuk Menggembok Ganjar Kredit Foto: Istimewa

Baliho milik Puan Maharani nampak telah menjadi 'endemi' di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti terlihat di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Ada lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan foto Puan Maharani yang ditulis dengan atribusi Ketua DPR RI, serta kata-kata "Kepak Sayap Kebhinnekaan", di baliho yang besarnya kira-kira 6x4 meter itu.

Potret bentangan baliho serupa juga ditemukan di beberapa daerah di Provinsi Banten dan wilayah lainnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, yang memandangnya sebagai upaya menerbangkan "Pesawat Puanisasi" sudah mulai dilakukan PDIP.

"Ini bagian kerja politik untuk menderek popularitas Puan yang tercecer dari nama besar seperti Prabowo, Anies, Ganjar, Sandi, AHY, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Khofifah, dan lain-lain," ujar Adi dikutip dari RMOL, Rabu (4/8).

Ia pun tidak sepakat dengan pernyataan politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno, yang menyatakan sebaran baliho Puan bukan perintah dari DPP PDIP, melainkan inisiatif fraksi PDIP di DPR.

"Tak bisa dipungkuri ini nyata kerja politik," ucap Adi.

Maka dari itu, pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini berkesimpulan bahwa baliho Puan yang membentang di sejumlah daerah adalah bagian dari penguatan branding Puan sebagai calon presiden (capres) dari PDIP.

"Secara terang benderang sebagai upaya menggembok suara publik agar tak lagi bicara Ganjar capres PDIP 2024. Capres PDIP itu hanya Puan, bukan yang lain," kata Adi.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini