Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sri Mulyani Bongkar Pendorong Ekonomi Tumbuh 7%

Sri Mulyani Bongkar Pendorong Ekonomi Tumbuh 7% Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan positif pertama kali sejak pandemi Covid-19 merebak di awal 2020. Kuartal II 2021 ekonomi Indonesia tumbuh 7,07% year on year (yoy) atau tumbuh 3,31% dari kuartal pertama 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, capaian ini sejalan dengan arah dan strategi pemulhan ekonomi yang sudah berjalan baik. Ia mengungkapkan, raihan pertumbuhan 7,07%  ditopang oleh realisasi belanja negara yang tumbuh 9,38% yoy pada semester I 2021.

Baca Juga: Ekspor, Investasi dan Konsumsi Bikin Ekonomi Kembali Positif

Realisasi belanja yang tumbuh tinggi ini kata dia terdiri dari komponen terutama belanja modal yang tumbuh sangat tinggi, yaitu 90% pada semester I dan belanja barang yang melonjak tinggi 79% pada semester I.

"Sementara, belanja program sosial terus memberikan dorongan dan bantuan kepada masyarakat terutama yang rentan," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Konsumsi pemerintah triwulan II 2021 juga tumbuh 8,06% yang diikuti konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,93%. "Ini adalah rebound dan recovery yang cukup meyakinkan," tegasnya.

Selain faktor base effect tahun lalu, di mana tumbuh minus 5,3%, ada faktor-faktor lain yang menunjang arah pemulihan pada kuartal II, yaitu momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri serta berbagai kebijakan pemerintah untuk mendukung daya beli masyarakat.

Beberapa program bantuan masyarakat di antaranya diskon tarif listrik, insentif ongkos kirim belanja online, serta relatif terkendalinya inflasi cukup berperan besar mendorong konsumsi masyarakat.

Menkeu juga mengatakan, komponen investasi juga mencatatkan pertumbuhan tinggi, yaitu 77,54%. Hal ini ditopang oleh investasi di sektor bangunan yang sejalan dengan realisasi belanja modal pemerintah yang relatif tinggi.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan