Rasio Utang Luar Negeri Indonesia 37,5% terhadap PDB

Rasio Utang Luar Negeri Indonesia 37,5% terhadap PDB Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2021 menurun. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia hingga akhir triwulan II 2021 mencapai US$415,1 miliar.

Angka ini turun 0,1% (qtq) dibandingkan dengan posisi ULN triwulan I 2021 sebesar US$415,3 miliar. Dengan tambahan ULN Indonesia ini, rasio utang produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan II 2021 sebesar 37,5% atau turun tipis dari triwulan I sebesar 39%.

Baca Juga: Utang RI Tembus Rp6.555 Triliun sementara Utang BUMN Rp2.100 Triliun, Ekonom: Sulit Menambalnya!

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menyatakan bahwa struktur ULN Indonesia pada triwulan II 2021masih sehat. Dari jumlah tersebut, utang luar negeri pemerintah mencapai US$205 miliar atau naik 4,3% secara tahunan.

Menurut BI, kenaikan ULN pemerintah di antaranya berasal dari aliran modal masuk neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN). BI juga mencatat utang luar negeri swasta menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.

ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 0,5% yoy pada triwulan II 2021, setelah pada triwulan I 2021 tumbuh positif sebesar 2,6% yoy. Hal ini disebabkan kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan sebesar 6,8% yoy, lebih dalam dari kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 6,7% yoy.

Selain itu, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan mengalami perlambatan sebesar 1,3% yoy dari 5,4% yoy pada triwulan I 2021. Dengan perkembangan tersebut, posisi ULN swasta pada triwulan II 2021 tercatat sebesar US$ 207,2 miliar, atau menurun 0,8 qtq dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini