Peringatan Setengah Abad CSIS, Prabowo Subianto: CSIS Harus Berpikir di Luar Kebiasaan

Peringatan Setengah Abad CSIS, Prabowo Subianto: CSIS Harus Berpikir di Luar Kebiasaan Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) tahun ini genap berusia 50 tahun. Memperingati hal tersebut, CSIS mengundang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk memberikan Pidato Kebangsaan Ketua Umum Partai.

“Sebagai think tank, dari elite pemikir dan piolitik harus terus dan berani untuk out off the box untuk berfikir di luar kebiasaan,” ujarnya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dalam peringatan 50 tahun CSIS, Senin (16/8/2021).

Baca Juga: Anak Buah Prabowo Blak-blakan, Jokowi Seharusnya Minta Maaf! 120 Ribu Orang Wafat Akibat Covid-19

Prabowo sempat menyebut tokoh-tokoh senior CSIS seperti Harry Tjan Silalahi, Jusuf Wanandi, Sofyan Wanandi sebagai aktivis angkatan 66 sebagai pelaku sejarah yang turut membawa perubahan Indonesia. Peranan tersebut dalam bentuk sumbangan pemikiran melalui hasi riset mendalam terkait isu-isu yang relevan di zamannya dan turut mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Bagi Prabowo, CSIS merupakan lembaga think tank yang bertahan cukup lama. Oleh karena itu, CSIS harus mengevaluasi kiprah negara Indonesia, baik dalam lingkup regional maupun lingkup internasional.

Dia tidak menampik meski dalam beberapa hal Prabowo sering berseberangan pemikiran dengan CSIS hingga sampai jarangnya melakukan komunikasi. Prabowo juga mencontohkan hal lain dengan dipasangnya lukisan tokoh proklamator Soekarno yang terpasang di belakang meja kerjanya. Ia mengenang bahwa ayah kandungnya, Soemitro Djojohadikoesoemo pernah berseberangan dengan Soekarno.

Namun meski begitu, kepada Prabowo, ayahnya berpesan meski berseberangan dengan Soekarno, secara hakiki tokoh proklamator tersebut mampu sebagai aktor pemersatu bangsa dengan menyatukan keberagaman suku, bahasa, dan agama.

Kepada CSIS, Prabowo berpesan, “Ujungnya kita menyadari bahwa apa yang saudara cita2kan dan perjuangkan NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, itu sama dengan apa yang saya cita2kan,” pungkasnya.

Direktur Eksekutif CSIS, Philips J. Vermonte, mengatakan pidato Prabowo mengandung pesan keterbukaan pandangan meski dalam kondisi berseberangan. Bagi Philips yang mengaku sebagai generasi kelima CSIS, pandangan tersebut mampu mengantarkan suatu negara mengalami kemajuan karena cita-cita yang sama dengan memperkaya pemahaman baru.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi untuk mencari persamaan-persamaan agar Indonesia menjadi lebih demokratis menuju 2045 dan menjadi lebih sejahtera,” jelasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini