Apa Interpretasi Taliban Tentang Hukum Syariah bagi Afghanistan? Terang! Pakar Bongkar Semua...

Apa Interpretasi Taliban Tentang Hukum Syariah bagi Afghanistan? Terang! Pakar Bongkar Semua... Kredit Foto: AP Photo/Alexander Zemlanichenko

Taliban pada Selasa (17/8/2021) mengatakan mereka bekerja untuk membentuk pemerintahan yang akan berpusat pada hukum Syariah dan mendesak warga Afghanistan untuk hidup "dalam kerangka Islam."

Dalam konferensi pers pertama sejak mengambil alih Afghanistan pada Minggu (15/8/2021), juru bicara Zabihullah Mujahid berusaha meyakinkan masyarakat internasional bahwa hak asasi manusia akan dihormati.

Baca Juga: Taliban 2.0: Media Sosial, Hukum Syariah dan Kebijakan Luar Negeri yang 'Bersahabat'

Akan tetapi, Fox News, Rabu (18/8/2021) menulis, pengambilalihan 10 hari yang cepat atas Afghanistan oleh Taliban telah membuat negara-negara Barat khawatir akan keselamatan tidak hanya warga Afghanistan yang bekerja dengan AS selama perang 20 tahun, tetapi juga untuk kesejahteraan perempuan dan anak perempuan.

Apa itu hukum Syariah?

Hukum Syariah adalah sistem hukum Islam yang prinsip-prinsipnya berasal dari Al-Qur'an dan Hadits, kumpulan ajaran dari Nabi Muhammad.

Hukum bekerja sebagai konstruksi sosial dan budaya yang bervariasi antara kelompok Muslim dan kebangsaan.

"Ketika orang Amerika berbicara tentang hukum Syariah, itu seperti berbicara tentang hukum negara bagian tanpa pernah mengidentifikasi negara bagian mana yang sedang kita bicarakan," kata rekan senior di American Enterprise Institute (AEI) Michael Rubin kepada Fox News.

"Faktanya adalah tidak ada konsensus tunggal versi kodifikasi hukum Syariah," tambahnya.

"Kelompok yang berbeda memiliki interpretasi yang berbeda," tambah Rubin. "Taliban menganut interpretasi hukum Syariah yang jauh lebih ketat dan kurang toleran dibandingkan mayoritas Muslim."

Bagaimana pengaruhnya terhadap wanita?

Juru bicara Taliban mengatakan kepada wartawan pada Selasa (17/8/2021) bahwa perempuan dan anak perempuan akan dijamin hak-hak tertentu yang sebelumnya ditolak ketika Afghanistan terakhir di bawah kendali Taliban, dari 1996 hingga 2001.

"Kami memiliki hak bagi perempuan dalam Islam," kata juru bicara itu, menurut penerjemah BBC.

"Ya Tuhan kami, Quran kami mengatakan bahwa wanita adalah bagian yang sangat penting dari masyarakat kami," terang juru bicara.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini