Biden dan Bennett Siap Buka Dialog Bahas Pengayaan Uranium untuk Nuklir Iran

Biden dan Bennett Siap Buka Dialog Bahas Pengayaan Uranium untuk Nuklir Iran Kredit Foto: AP Photo/Andrew Harnik

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett akan bertemu pekan depan. Keduanya akan membahas berbagai isu kritis terkait keamanan, termasuk program nuklir Iran.

"Presiden Biden dan Perdana Menteri Bennett akan membahas isu-isu kritis terkait keamanan regional dan global, termasuk Iran," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki.

Baca Juga: Badan Atom Dunia: Iran Kebut Pengayaan Uranium Tingkat Senjata Nuklir hingga 90%

Psaki mengatakan, Biden dan Bennett dijadwalkan melakukan pertemuan langsung pertama pada 26 Agustus di Gedung Putih. Pembicaraan antara Teheran dan enam kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir (JCPOA) telah terhenti. Pembicaraan dimulai pada April.

Bennett yang merupakan seorang nasionalis, menentang kesepakatan nuklir yang dihidupkan kembali. Bennett menganggap Iran yang memiliki senjata nuklir, sebagai ancaman eksistensial.

Bennett mengatakan, pertemuan dengan Biden akan fokus pada Iran. Bennett mengatakan, pertemuan itu akan fokus dengan kebijakan kemitraan yang bertujuan untuk mengekang aktivitas regional negatif Iran yang tidak stabil. Termasuk pelanggaran hak asasi manusia, terorisme dan mencegah ledakan nuklirnya yang semakin dekat.

Namun Gedung Putih mengungkapkan, kesempatan pertemuan dengan pemimpin Israel akan digunakan untuk membahas upaya memajukan perdamaian, keamanan, serta kemakmuran bagi Israel dan Palestina.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini