Pakar Hukum: Hak Pasien Soal Rekam Medisnya Dilindungi Hukum

Pakar Hukum: Hak Pasien Soal Rekam Medisnya Dilindungi Hukum Kredit Foto: LQ Indonesia LawFirm

Pengamat Hukum LQ Indonesia Lawfirm, Ali Nugroho, mengatakan bahwa hak pasien terhadap rekam medis kedokteran dilindungi oleh hukum, seperti merujuk Pasal 46 ayat (1) Undang-undang (UU) tentang Praktik Kedokteran. 

Adapun, rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan oleh rumah sakit dan atau dokter kepada pasien. Baca Juga: IDI Sumut Latih Relawan Dokter Melalui Layanan Telemedicine

Ketentuan tersebut menyatakan setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis bagi para pasiennya.

"Kewajiban membuat rekam medis terhadap semua tindakan dan pelayanan yang diberikan kepada pasien menjadi kewajiban dan tanggung jawab dokter maupun rumah sakit yang menangani pasien tersebut," paparnya dalam keterangan tertulinya, Jumat (20/8/2021). Baca Juga: Rumah Sakit Dituding Bisniskan Covid-19 demi Raup Cuan, PERSI Angkat Bicara

Lanjutnya, ia juga meminta kepada para pasien yang mengalami malpraktik dapat menghubungi pihaknya 0818-0489-0999 untuk berkonsultasi. 

Bukan tanpa sebab, ia mengatakan bahwa konsultasi dapat membantu kepelikan dalam menyelesaikan permasalahan hukum terkait kesehatan yang sedang dialami. 

"Dokumen rekam medis adalah milik dokter dan dokter gigi terkait, namun mengenai isi dari rekam medis tersebut adalah hak milik dari pasien dan keluarganya," jelas dia.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini