Hati-hati, Serangan Pemukim Zionis ke Masjid Al Aqsa Melonjak 60 Persen

Hati-hati, Serangan Pemukim Zionis ke Masjid Al Aqsa Melonjak 60 Persen Kredit Foto: Instagram/IDF

Sebuah kelompok yang menamakan diri 'Temple Mount Groups' mengatakan telah terjadi peningkatan serangan para zionis Israel ke Kompleks Masjid Al Aqsa. 

Dalam tiga bulan terakhir ini, mereka menilai telah terjadi peningkatan serangan sebanyak 60 persen. 

Baca Juga: Karena Hal Ini, Hamas Memutuskan untuk Meredakan Ketegangan dengan Israel

Pusat Informasi Palestina melaporkan, stasiun TV Channel 7 Israel mengatakan sekitar 9.804 pemukim Zionis telah menyerbu masjid selama tiga bulan terakhir, dibandingkan dengan 6.133 pada periode yang sama tahun lalu.  

Dilansir dari IQNA pada Kamis (26/8/2021), puluhan pemukim Zionis menyerbu halaman Masjid Al Aqsa dari Gerbang Mughrabi setiap hari, di bawah perlindungan polisi pendudukan Israel. Mereka melakukan tur provokatif, serta melakukan doa Talmud di bagian timurnya. 

Masjid Al Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sedangkan orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai "Gunung Kuil" dan mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno. 

Rezim Zionis telah merebut Yerusalem Timur al-Quds, tempat Masjid Al Aqsa berada, selama Perang Enam Hari pada 1967 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. 

Sebelumnya, pusat Informasi Palestina melaporkan bahwa lebih dari 80 pemukim memasuki halaman kompleks pada Rabu pagi. Pasukan Israel secara teratur membiarkan pemukim di kompleks itu. Namun, mereka sering membatasi akses orang Palestina. 

Orang-orang Yahudi diizinkan masuk melalui Gerbang al-Maghariba dan mereka melakukan tur ke situs tersebut pada pagi dan sore hari. 

Israel juga berencana mengubah status quo di Masjid Al Aqsa. Pihak berwenang pada Selasa lalu melakukan operasi penggalian di area tembok Al Buraq (Tembok Barat). 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini