PAN Lebih Pilih Merapat ke Istana dan Tinggalkan Demokrat dan PKS, Said Didu Bereaksi!

PAN Lebih Pilih Merapat ke Istana dan Tinggalkan Demokrat dan PKS, Said Didu Bereaksi! Kredit Foto: Twitter/msaid_didu

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengaku dirinya tidak terkejut dengan keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) yang meninggalkan Partai Demokrat dan PKS merapat dalam koalisi Joko Widodo (Jokowi).

“Tidak kaget,” kata Said Didu pendek melalui akun Twitternya, Jumat 27 Agustus 2021. Baca Juga: Kritik Keras PKS: Kekuasaan Gemuk Cenderung Korup!

Adapun keputusan PAN bergabung ke dalam koalisi partai politik pendukung pemerintah Joko Widodo - Maruf Amin periode 2019-2024 mendapatkan beragam respons dari petinggi partai, baik pro pemerintah maupun oposisi.

Seperti Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai bergabungnya PAN ke koalisi Jokowi-Maruf Amin ini merupakaan hak setiap partai. Baca Juga: Beredar di Grup WA Said Didu Meninggal Dunia

"Perkara PAN gabung koalisi itu hak setiap partai politik," katanya kepada wartawan, Kamis (26/8/2021). 

Lanjuntya, ia juga menyinggung soal banyaknya parpol yang bergabung dengan pemerintah.

Menurut dia, dengan banyaknya kekuasaan cenderung berpotensi meningkatkan penyimpangan.

"Tentu masing-masing punya strategi tapi PKS merasa power tends to corrupt. Absolute power corrupts absolutely. Makin besar kekuasaan makin besar peluang penyimpangannya," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini