Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PAN Sahabatan dengan Koalisi Jokowi, PKS Teguh Tetap Oposisi

PAN Sahabatan dengan Koalisi Jokowi, PKS Teguh Tetap Oposisi Kredit Foto: Twitter PKS
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi isu Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo. PKS menegaskan, tetap konsisten menjadi oposisi pemerintah.

"Bagi PKS, sikap kami sejak awal jelas. Kami komitmen dan konsisten untuk menjadi parpol oposisi dan sejauh ini kami masih dalam sikap yang sama," ujar Ketua Departemen Politik DPP PKS, Nabil Ahmad Fauzi, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (26/8).

PKS menghormati sikap PAN jika memang benar akan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun bagi PKS, politik bukan hanyalah alat untuk memperoleh kekuasaan.

Baca Juga: Diterima Mahfud MD, Tokoh Senior Ramai-Ramai Sampaikan Kritik ke Pemerintah

"Dengan kesadaran penuh kami mengambil peran dan tanggung jawab di luar kekuasaan pemerintahan demi memastikan bahwa hadirnya kontrol terhadap kekuasaan,  agar tidak wujud otoritarianisme di negeri ini," ujar Nabil.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS, Ahmad Fathul Bari menegaskan, inti demokrasi adalah suara rakyat bukan suara segelintir elite. Oleh karena itu, menurutnya, PKS berupaya terus konsisten mengawal suara konstituen untuk menjaga demokrasi berjalan dengan baik.

"Dan pastinya kami bekerja untuk bangsa ini dengan berada di luar pemerintahan menjadi penyeimbang dan mengawal jalannya pemerintahan di tingkat pusat," kata dia.

Kepastian resminya PAN bergabung ke koalisi partai pendukung Jokowi diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate, pada Rabu (25/8). Menurut Plate, PAN resmi bergabung dan ikut dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi kemarin di Istana.

"Sahabat baru koalisi, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang didampingi Sekjen Eddy Soeparno. Sahabat baru kami dalam koalisi semakin memperkuat dan memperkaya gagasan dan pandangan," ujar Plate.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto mengatakan bahwa pertemuan Zulkifli Hasan dan Eddy Soeparno dengan Presiden Jokowi belumlah membahas koalisi. Namun ia menegaskan, hingga saat belum ada keputusan resmi terkait partai berlambang matahari itu bergabung dengan koalisi pemerintahan atau tidak.

"Kita tunggu pernyataan Pak Jokowi langsung dong sebagai pimpinan koalisi pemerintahan," ujar Yandri di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/8).

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan