Tunjangan Para PNS Dipangkas, Sabar Ya Negara Lagi Tekor

Tunjangan Para PNS Dipangkas, Sabar Ya Negara Lagi Tekor Kredit Foto: Antara/M Agung Rajasa

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada pemasukan para pegawai negeri sipil alias PNS. Karena kocek negara terkuras untuk penanganan Covid-19, tunjangan para PNS pun dipangkas. THR dan gaji ke-13 yang diberikan kepada mereka kini hanya gaji pokok, tidak ditambah tunjangan kinerja seperti sebelumnya. Untuk para PNS, yang sabar ya.
 
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Isa Rachmatarwata menerangkan, pemotongan tunjangan ini bisa menghemat anggaran hingga Rp 12,3 triliun. Dana tersebut kemudian masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
 
"Tahun ini, THR dan gaji ke-13 tidak ada komponen tunjangan kinerjanya. Hanya tunjangan jabatan dan tunjangan keluarga yang diperhitungkan," terang Isa.

Baca Juga: Bukan Nakut-nakutin! Luhut: Tahun Depan Bisa Muncul Gelombang Covid Baru, Kita Harus Super Waspada
 
Tahun depan pun akan sama. Dalam RAPBN 2022, kebijakan THR dan gaji ke-13 diberikan tanpa dengan tunjangan. Bahkan, program-program yang tidak prioritas masih ditunda di tahun depan. Dengan begitu, anggaran bisa difokuskan untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha yang paling terdampak.
 
"Kita masih harus mengantisipasi masalah kesehatan terkait Covid. Selama masih ditetapkan sebagai pandemi, pendanaan kegiatan untuk mengatasinya banyak harus disiapkan negara. Begitu juga kebutuhan pendanaan untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi yang ditimbulkannya," terang Isa.
 
Tunjangan kinerja di PNS juga bervariatif. Yang paling rendah ada di Kementerian Koordinator, yakni berkisar Rp 1,5 juta per bulan. Sedangkan yang paling tinggi ada di Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara, yang bisa mencapai Rp 46 juta per bulan.
 
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, APBN tidak bisa terus menjadi bantalan perekonomian nasional. Setelah pandemi tertangani, konsumsi masyarakat, investasi, dan net ekspor diharapkan kembali tumbuh tinggi. 

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini