Kinerja Indomaret Dan Sari Roti Topang Bisnis DNET

Kinerja Indomaret Dan Sari Roti Topang Bisnis DNET Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) berhasil menjaga kinerja bisnisnya di track positif di tengah tekanan pandemi COVID19. Hingga akhir 2020 lalu, misalnya, perusahaan berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp488,89 miliar. Capaian tersebut bahkan terhitung tumbuh hingga 89,64 persen dibanding catatan pendapatan bersih pada 2019 yang notabene belum terjadi pandemi, yang masih sebesar Rp257,8 miliar.Kinerja positif itu diklaim perusahaan sebagai lanjutan dari tren pertumbuhan eksponensial yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Di 2018 lalu (kinerja) kami berhasil tumbuh 130,25 persen dibandingkan tahun 2017 menjadi Rp130 miliar. Lalu di 2019 tumbuh 98 persen menjadi Rp258 miliar. Dan di 2020 juga kembali tumbuh signifikan 90 persen menjadi Rp489 miliar. Kami bersyukur bahwa tren positif ini masih terus mampu kami jaga dengan baik,” ujar Direktur Utama DNET, Haliman Kustedjo, dalam public expose perusahaan yang digelar secara virtual, Selasa (31/8).

Kinerja yang positif kali ini, menurut Haliman, ditopang oleh dua entitas asosiasi dan anak usaha di bawah naungan perusahaan. Kedua entitas asosiasi tersebut adalah PT Indomarco Prismatama yang merupakan pemilik brand waralaba ritel Indomaret dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang merupakan produsen produk roti dengan brand Sari Roti. Sedangkan entitas anak usaha yang juga moncer di tengah pandemi adalah PT Mega Akses Persada (FiberStar) yang menggeluti bisnis jaringan serat optik pita lebar. “Di tengah tekanan pandemi sekarang ini, bisnis kami memang utamanya didukung oleh kinerja ketiga entitas ini. (Capaian) Ini membuat kami semakin optimistis bahwa kinerja keseluruhan di tahun ini nantinya juga akan tetap terjaga dengan baik,” tutur Haliman.

Terlebih, lanjut Haliman, pihaknya juga telah menyiapkan dan mulai menjalankan strategi khusus agar kinerja perusahaan dapat lebih maksimal di sepanjang tahun ini. Strategi tersebut yaitu lebih berfokus pada ekspansi FiberStar yang fokus dalam bisnis jaringan fiber optik. Tak tanggung-tanggung, DNET diklaim telah menyiapkan belanja modal hingga Rp600 miliar guna mendukung ekspansi bisnis anak usahanya itu. “Progres bisnis (FiberStar) cukup menggembirakan, baik dari sisi jangkauan pelayanan dan juga peningkatan jumlah pelanggan, yang kemudian berdampak memperkuat pendapatan perseroan. Sepanjang 2020 lalu FiberStar berhasil mencapai sambungan pelanggan sebesar 656.975 unit, melebihi target yang ditentukan sebelumnya sebesar 630.000 unit,” tegas Haliman.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini