Mayjen Tugas: Perlu Adanya Sinkronisasi antara Isoter, PPKM, dan Petugas Kesehatan

Mayjen Tugas: Perlu Adanya Sinkronisasi antara Isoter, PPKM, dan Petugas Kesehatan Kredit Foto: Antara/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool

Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Tugas Ratmono menilai, salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya penanganan Covid-19 adalah perlu adanya sinkronisasi antara penyediaan isolasi terpusat (isoter), kebijakan PPKM, serta para petugas kesehatan yang bekerja di lapangan.

"Supaya betul-betul kalau ada terdeteksi di masyarakat yang terpapar, mulai dari tracer dan testing, ini sejak awal sudah masuk ke isoter," kata Tugas dalam gelar wicara yang diselenggarakan Satgas Covid-19 secara daring, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Jalani Isolasi di Tempat Terpusat: Agar Perburukan Bisa Dihindari

Meskipun begitu, Tugas mengakui upaya mengajak masyarakat untuk mau melakukan perawatan di isoter merupakan suatu tantangan tersendiri. Akan tetapi, ia meyakini upaya ini tetap perlu diusahakan agar risiko perburukan dapat dihindari.

"Tempat isoter ini betul-betul tempat memantau secara dini sehingga melimitasi angka kejadian kesakitan atau perburukan bahkan kematian," jelasnya.

Selain itu, tantangan lain yang juga dihadapi adalah terkait ketersediaan sumber daya manusia, fasilitas kesehatan, serta obat-obatan. Menurut Tugas, beberapa hal tersebut merupakan tantangan yang perlu disiapkan secara matang.

Tugas juga berharap ketersediaan isoter di provinsi-provinsi lain, terutama yang berzona merah, juga dipersiapkan secara matang. "Ini harus sedini mungkin dia [tempat isoter] sudah memantau pasien-pasien yang terpapar Covid-19 sehingga bisa mengurangi dari kesakitan maupun kematian," ujar Tugas.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini