Di Sumatera Utara, Menguatnya NTPR Petani Itu karena Sawit

Di Sumatera Utara, Menguatnya NTPR Petani Itu karena Sawit Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Menguatnya Nilai Tukar Petani untuk Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukan bahwa pendapatan petani terus meningkat. BPS Sumut mencatat, sumbangsih terbesar dari peningkatan NTPR di provinsi ini berasal dari perkebunan kelapa sawit.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumut, Dinar Butar-butar, menyebutkan, pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, kedigdayaan perkebunan sawit terlihat dari andil terbesarnya terhadap kenaikan NTPR, yaitu sebesar 3,83 persen.

Baca Juga: Wapres RI: 3 Klaster Peningkatan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani Sawit

"Sementara, perkebunan karet sebesar 0,16 persen dan kopi sebesar 0,03 persen," kata Dinar seperti dikutip Elaeis.co.

Dikatakan Dinar, selain itu, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian untuk subsektor perkebunan juga mengalami peningkatan. Jika di bulan Juli mencapai 138,73 persen, di bulan Agustus naik menjadi 142,91 persen.

Senada dengan hal tersebut, Statistisi Madya BPS Sumut, Danny Iskandar, menyampaikan bahwa nilai ekspor sawit dan seluruh produk turunannya cukup memengaruhi keseluruhan total ekspor Sumut sepanjang Januari–Juli 2021.

Di bulan Januari 2021, ekspor Sumut mencapai 673.428 ton dan menghasilkan US$799.214 (Free on Board/FOB). Menurut Danny, hampir separuh dari ekspor tersebut atau 318.604 ton merupakan minyak sawit dan produk turunannya dengan nilai FOB US$310.245. Sementara di bulan Februari, total ekspor Sumut 553.953 ton dengan nilai FOB US$739.341 dengan 171.669 ton di antaranya adalah sawit dan produk turunan dengan nilai ekonomi US$167.127.

Sementara itu, total ekspor Sumut di bulan Maret 2021 sebanyak 875.655 ton (FOB US$1.041.401) dengan 390.720 ton merupakan sawit dan turunannya (US$389.511). Total ekspor April mencapai 829.335 ton (FOB US$1.003.211), kontribusi sawit sebesar 366.365 ton (US$377.617). Total ekspor Mei 772.186 ton (FOB US$913.857) dengan kontrubusi sawit 332.498 ton (US$361.694).

Lalu di bulan Juni, total ekspor mencapai 681.419 ton (FOB US$886.498) dengan kontribusi sawit 221.776 ton (US$240.366). Selanjutnya di bulan Juli, total ekspor 754.043 ton (FOB US$993.840), kontribusi sawit sebanyak 364.784 ton (US$377.681).

"Kontribusi sawit dan produk turunannya terhadap total ekspor Sumut cukup signifikan," ungkap Danny seperti dikutip Elaeis.co.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini