Himbara Optimis Semester Dua Perekonomian Membaik

Himbara Optimis Semester Dua Perekonomian Membaik Kredit Foto: Muhamad Ihsan

Himpunan bank-bank negara (Himbara) optimis pada semester kedua 2021 perekonomian akan lebih baik lagi. Hal ini tercermin dari diskusi antara pimpinan Himbara dengan para pemimpin Redaksi pada Kamis (2/9) malam di Jakarta. Menurut Sunarso, Ketua Umum Himbara, berdasarkan indikator-indikator yang ada, terlihat bahwa kondisi pada dasarnya terus membaik.

Dalam catatan Sunarso, yang juga menjabat sebagi Dirut BRI, hingga akhir kuartal II/2021 Himbara berhasil menyalurkan kredit senilai Rp2.552,918 triliun atau tumbuh 5,4 persen year on year (yoy) serta berhasil menghimpun dana pihak ketiga senilai Rp2.948.783 triliun atau tumbuh 8,7 persen yoy. Sementara itu, aset Himbara tercatat sebesar Rp3.904,305 triliun atau tumbuh 7,7 persen yoy.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Ekonomi, HIMBARA Komitmen jadi Mitra Strategis Pemerintah

Khusus BRI, Sunarso salah satunya melihat dari indikator booking kredit UMKM. "Pada saat awal-awal Covid melanda jumlahnya Rp800 miliar/hari, saat ini sudah mencapai Rp1,3 triliun per hari," ujarnya. Padahal, lanjut Sunarso, sebelum masa Covid, nilai booking per hari hanya Rp1 triliun saja.

Sisi optimisme yang lain dilihat oleh Bank Mandiri. Dirut Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengatakan saat ini sedang terjadi kenaikan harga-harga komoditas, biasa dikenal dengan super cycle. Di samping itu, terlihat juga pertumbuhan yang tinggi di sektor telekomunikasi dan energi. "Saat ini pertumbuhan kredit kami di atas 7 persen. Semester dua saya yakin akan lebih baik," ujarnya.

Sementara Royke Tumilaar, Dirut BNI, mengatakan bahwa saat ini Himbara membagi fokus bisnis untuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ke sektor UMKM; Bank Mandiri (BMRI) ke korporasi; Bank Negara Indonesia (BBNI) untuk bisnis internasional; dan Bank Tabungan Negara (BBTN) menggarap sektor KPR.

"Dari sisi bisnis internasional terjadi banyak kenaikan. Apalagi banyak terjadi hilirisasi di sektor komoditas, terutama sawit," ujarnya.

Dirut Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, "Kami memang fokus di perumahan. Sekitar 90% dari bisnis kami di sektor perumahan, di mana 70 persennya untuk KPR (kredit kepemilikan rumah). Dengan berbagai insentif fiskal, sektor ini juga terus bergerak ke arah perbaikan."

"Saat ini kami ingin mendorong penciptaan ekosistem bisnis perumahan yang makin baiknya. Misalnya saja, bagaimana mengembangkan bisnis TOD (Transit Oriented Development) sejalan dengan perkembangan sistem transportasi masal di Indonesia," lanjut Haru.

Karena demand side perekonomian Indonesia termasuk juga masyarakat kalangan bawah, Himbara juga bertugas menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial. Menurut Sunarso, hingga akhir Juli 2021 Himbara telah melakukan penyaluran program pemerintah Sembako, PKH, dan BPUM kepada lebih dari 24,9 juta penerima bantuan/pelaku UMKM dengan total nominal sekitar Rp37,8 triliun.

Apabila dirinci, Himbara telah menyalurkan program sembako senilai Rp15,2 triliun kepada 8,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM); Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp17,2 triliun untukĀ  10,4 juta penerima; dan BPUM senilai Rp11,6 triliun kepada 9,6 juta pelaku UMKM.

Secara umum, dapat terlihat bahwa seluruh kebijakan dan stimulus pemerintah termasuk bantuan sosial memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. "Tugas Himbara bukan hanya menciptakan nilai ekonomis, melainkan juga nilai sosial bagi masayarakat Indonesia," tambah Sunarso.

Dari semua ini, lanjut Sunarso, sudah jelas bahwa Himbara, selain berprestasi tinggi, juga ikut aktif membangun Indonesia.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini