Tren Kinerja Positif, CSAP ‘Pede’ Kantongi Pendapatan Rp13,4 Triliun

Tren Kinerja Positif, CSAP ‘Pede’ Kantongi Pendapatan Rp13,4 Triliun Kredit Foto: Mitra10

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk semakin percaya diri dalam menjalankan bisnisnya di tahun ini. Hal ini tak lepas dari positifnya kinerja di sepanjang semester I/2021 lalu, di mana perusahaan pemilik jaringan ritel bahan bangunan Mitra10 itu mampu membukukan nilai penjualan total hingga Rp6,73 triliun, atau tumbuh 16,34 persen dibanding nilai penjualan pada semester I/2020 yang masih sebesar Rp5,78 triliun. Sejalan dengan itu, nilai laba bersih perusahaan dengan kode saham CSAP tersebut bahkan meroket hingga 153 persen, dari Rp31,38 miliar pada semester I/2020 menjadi Rp79,42 miliar pada semester I/2021 lalu. “Ketika (laba bersih) sudah bisa mencapai Rp70 miliar, maka proyeksi di akhir tahun harapannya bisa di atas Rp100 miliar. Target kami secara corporate semoga bisa mencapai Rp169 miliar untuk laba bersih. Sedangkan (target) pendapatan sekitar Rp13,4 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan CSAP, Idrus Widjajakusuma, dalam paparan publik perusahaan, yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/9).

Dengan nominal target yang telah dipasang tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa CSAP tengah membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 11,55 persen dan peningkatan laba bersih hingga 179,47 persen di sepanjang tahun ini. Menurut Idrus, target porsi pertumbuhan itu cukup realistis untuk diupayakan bila melihat dari kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja bisnisnya tetap positif di tengah tekanan pandemi COVID19 yang membuat iklim usaha dan perekonomian pada umumnya tertekan. “Kami masih cukup optimistis. Memang berbagai kebijakan pemerintah di masa pandemi sedikit-banyak turut memperngaruhi operasional bisnis kami. Namun kami yakin fondasi bisnis kami masih cukup kuat, terutama bila melihat kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan rumah ataupun renovasi bangunan sejauh ini masih tetap tinggi,” tutur Idrus.

Salah satu kebijakan pemerintah yang cukup berpengaruh, lanjut Idrus, adalah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang secara langsung membatasi mobilitas di tengah masyarakat sehari-hari. Namun karena kebijakan PPKM di tiap daerah berbeda, maka dampaknya juga cukup berbeda di masing-masing daerah di mana CSAP memiliki gerai penjualannya. “PPKM bagaimana pun tidak bisa dihindari. Tapi selama PPKM ini industri kami masih boleh beroperasi, tentu ada batasan sesuai dengan aturan di wilayah masing-masing. Dan sejauh ini penyesuaian-penyesuaian yng ada di lapangan masih berjalan dengan cukup baik. Jadi tidak masalah,” tegas Idrus.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini