Pakistan dengan Senang Hati Terima Kehadiran Taliban dalam Koridor Ekonomi China

Pakistan dengan Senang Hati Terima Kehadiran Taliban dalam Koridor Ekonomi China Kredit Foto: Getty Images/AFP/Wakil Kohsar

Pakistan menyambut baik pernyataan juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid tentang keinginan mereka untuk bergabung dengan Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) bernilai miliaran dolar.

"Ini adalah hal yang sangat baik jika mereka bergabung dengan CPEC," kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: Bahas Afghanistan, Utusan-utusan Khusus Negara Tetangga Hadiri Pertemuan yang Digelar Pakistan

"CPEC adalah urat nadi Pakistan. Persahabatan antara Pakistan dan China lebih tinggi dari Himalaya," kata dia.

Menurut Ahmed, Taliban akan membentuk pemerintahan mereka di Kabul dan mereka telah meyakinkan Pakistan bahwa tanah Afghanistan tidak akan digunakan untuk melawan negara-negara tetangganya.

"Taliban meyakinkan orang-orang kami bahwa tanah kami tidak akan digunakan untuk melawan mereka," kata dia lagi.

Di hari yang sama, juru bicara Taliban Mujahid mengungkapkan mereka ingin menjalin hubungan baik dengan negara tetangga dan ingin bergabung dengan proyek unggulan Belt and Road Intiative (Satu Sabuk, Satu Jalan) China.

"Taliban menginginkan hubungan baik dengan semua tetangga, termasuk China, karena perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat untuk investasi (di Afghanistan),” terang Mujahid.

CPEC senilai 64 miliar dolar AS -- jaringan jalan, rel kereta api, dan pipa -- bertujuan menghubungkan Provinsi Xinxiang yang strategis di China ke Pelabuhan Gawadar di Provinsi Balochistan, barat daya Pakistan.

Sementara koridor itu akan memberi China akses mudah ke Afrika dan Timur Tengah, itu juga akan membawa keuntungan miliaran dolar bagi Pakistan, karena proyek tersebut memacu kegiatan bisnis di sepanjang koridor yang menggantikan Jalur Sutra.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini