Panasnya Lantai Bursa! Ada Lima Emiten Baru Catatkan Saham, Tapi Nasibnya Bak Langit dan Bumi!

Panasnya Lantai Bursa! Ada Lima Emiten Baru Catatkan Saham, Tapi Nasibnya Bak Langit dan Bumi! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan lima emiten baru yang mencatatkan saham di papan perdagangan. Dengan adanya tambahan 5 perusahaan maka, total emiten baru yang masuk ke Bursa sepanjang tahun ini sudah mencapai sebanyak 37 emiten.

Saat listing, kondisi berbeda dialami oleh ke lima perusahaan tersebut. Ada perusahan yang menjadi rebutan, namun ada pula yang malah ditinggal investor.Perusahaan pertama yakni, PT Global Sukses Solusi Tbk dengan kode saham RUNS. Menjadi perusahaan ke 33 yang tercatat, saham RUNS langsung lompat ke titik tertingginya hingga menyentuh auto reject atas (ARA) setelah naik 24 poin atau 9,45% ke Rp278 per saham dari Rp254 per saham kala melaksanakan IPO.

Baca Juga: Semen Merah Putih Optimis Penjualan Sahamnya Bakal Laris Manis di Pasar

Kedua, ada PT Cemindo Gemilang Tbk dengan kode saham CMNT. Menjadi perusahaan tercatat ke-34 di BEI saham CMNT pun melesat 25% atau 170 ke posisi Rp850 per saham dari harga IPO Rp680 per saham.

Ketiga, PT Kedoya Adyaraya Tbk dengan kode saham RSGK. Senasib dengan RUNS dan CMNT, saham RSGK juga terkerek hingga ARA hingga berakhir di posisi Rp2.150 per saham. Tercatat menjadi perusahaan tercatat ke-35 di BEI, saham RSGK melesat 430 poin atau 25% dari harga IPO Rp1.720 per saham.

Baca Juga: Berminta IPO, Bursa Kasih Diskon Hingga 50% Buat Biaya Pencatatan Saham

Keempat, diisi oleh PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk, dengan kode saham SBMA. Kala perdana masuk Bursa saham SBMA pun melejit 34,44% atau 62 poin ke Rp242 per saham. Menjadi perusahaan tercatat ke-36 di BEI, perseroan menawarkan saham Rp180 per saham.

Kelima, terdapat PT GTS Internasional Tbk, dengan kode saham GTSI, yang menjadi perusahaan tercatat ke-37 di BEI. Berbeda nasib dengan yang lainnya, saham GTSI malah langsung ambruk 7% atau 7 poin ke Rp93 per saham. Padahal saat IPO, perseroan mematok di harga Rp100 per saham.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini