Lebih Mengetahui Soal Sepsis: Infeksi Mematikan yang Gejalanya Mirip Flu

Lebih Mengetahui Soal Sepsis: Infeksi Mematikan yang Gejalanya Mirip Flu Kredit Foto: Unsplash/Usman Yousaf

Sepsis telah dikaitkan dengan kematian 11 juta jiwa di seluruh dunia pada 2017. Sepsis merupakan respons mematikan dari sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi atau cedera, yang dimulai ketika kuman penyebab infeksi terlanjur masuk ke dalam darah.

Tahun lalu, para ilmuwan menemukan bahwa kasus kematian akibat sepsis tercatat dua kali lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sayangnya, banyak yang belum sadar sadar betapa seriusnya sepsis.

“Meningkatkan kesadaran akan kondisi mematikan ini sangat penting, agar lebih banyak orang yang bisa mengenali tanda-tandanya,” kata Chief operating officer Sepsis Research, Colin Graham, seperti dilansir Express, Rabu (8/9).

Gejala sepsis juga kerap disalahartikan dengan gejala flu. Adapun yang membedakannya yaitu sepsis menimbulkan keparahan lebih cepat. Setidaknya ada lima gejala utama yang terkait dengan sepsis antara lain:

1. Suhu tinggi atau rendah

Salah satu tanda pertama yang menimbulkan kecurigaan adalah penurunan atau kenaikan suhu tubuh secara tiba-tiba.

2. Kebingungan

Syok septik dapat menyebabkan perubahan mendadak pada kondisi mental seseorang, seperti kebingungan atau disorientasi.

3. Mengeluarkan sedikit urin

Sepsis dapat menyebabkan banyak organ gagal, termasuk ginjal. Gagal ginjal dapat menyebabkan penurunan output urin.

4. Lengan dan kaki yang bernoda atau dingin

Syok septik dapat menyebabkan jaringan tubuh mati, karena nutrisi tidak dapat mengalir ke jaringan di ekstremitas tubuh. Ini dapat menyebabkan kulit tampak bernoda, dan terkadang biru.

5. Menggigil yang tidak terkontrol

Serangan sepsis yang tiba-tiba akan menyebabkan menggigil parah, yang menandakan tubuh sedang melawan infeksi.

Sebuah studi yang diterbitkan di Lancet pada 2018, menemukan bahwa ada 77.996 kasus dan 15.851 kematian terkait dengan sepsis di Inggris antara 2016-2017.

Mengikuti studi yang lebih baru, yang dilakukan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation di e University of Washington, para peneliti percaya angkanya jauh lebih tinggi pada 2017, dengan 47.860 kematian dan 245.783 kasus. Untuk studi mereka, para peneliti menganalisis 109 juta catatan kematian yang berkaitan dengan 282 penyebab kematian yang berbeda.

"Ada 18,9 juta perkiraan kasus sepsis dan 11 juta kematian terkait sepsis di seluruh dunia pada tahun 2017, mewakili 19,7 persen dari semua kematian global,” kata peneliti.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini