Respons Situasi Pandemi, PNM Lakukan Penyesuaian Pendampingan

Respons Situasi Pandemi, PNM Lakukan Penyesuaian Pendampingan Kredit Foto: PNM

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Arief Mulyadi, mengungkapkan, konten aktivitas yang dilakukan PNM terinspirasi dari apa yang dilakukan oleh Bank Grameen dari Bangladesh.

"Termasuk modifikasi ada rekayasa sosial yang kami lakukan, jadi tidak sekadar hanya pembiayaan saja," ujarnya dalam CEO Talk: Ketahanan Usaha Para Pelaku Usaha Subsisten di Tengah Pandemi, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Melalui Holding Ultra Mikro (UMi), PNM Optimis Percepat Naikkan Kelas UMKM

Arief mengatakan, pembentukan kelompok program Mekaar dilakukan secara buttom up dari pemilihan ketua kelompok hingga peraturan ditentukan oleh nasabah yang sebagian besar dari kalangan ibu-ibu dengan batasan satu kelompok terdiri maksimal 30 anggota. Hal tersebut dilakukan guna untuk memudahkan kegiatan perberdayaan dan pendampingan.

Adapun selama pandemi, kata Arief, jumlah kelompok terbagi menjadi kelompok kecil guna mengurangi kerumunan menjadi maksimal 7 orang, termasuk dengan memanfaatkan teknologi. "Pandemi membatasi kami untuk bertatap langsung dengan nasabah," ungkapnya.

Sementara, pertemuan program Mekaar secara intensif dilakukan secara seminggu sekali selama 1 hingga 3 tahun yang sudah menjadi nasabah. Adapun nasabah yang mengalami naik kelas dengan makin tinggi omzet yang diperolehnya, durasi waktu pertemuan antara 2 minggu hingga sebulan sekali.

Sebab, nasabah yang mengalami naik kelas tersebut lebih disibukkan dengan kegiatan usahanya seperti dengan menitipkan produk dagangannya ke temannya, warung, dan toko sehingga intensitas pertemuan makin berkurang.

"Selain waktu perkumpulan yang berbeda, plafon anggarannya juga berbeda. PNM Mekaar kami berikan maksimal Rp10 juta, kalau PNM Ulaam mulai Rp10 juta sampai seterusnya," pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini