KLHK: Deforestasi Indonesia 2019–2020 Terendah Sepanjang Sejarah

KLHK: Deforestasi Indonesia 2019–2020 Terendah Sepanjang Sejarah Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan pemantauan hutan dan deforestasi setiap tahunnya pada seluruh daratan Indonesia yang seluas 187 juta hektare. Tujuannya, untuk mengetahui keberadaan dan luas tutupan lahan berhutan maupun tidak berhutan, baik di dalam kawasan hutan (hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi) maupun di luar kawasan hutan (areal penggunaan lain).

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruanda Agung Sugadirman, dalam webinar INAPalmoil Talkshow pada Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Baru 8% Pelaku Usaha Hutan Punya Akses ke Pasar

"Pemantauan ini dilakukan menggunakan citra satelit yang disediakan LAPAN dan dilakukan identifikasi secara visual oleh tenaga teknis penafsir KLHK yang tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Lebih lanjut disampaikan, hasil pemantauan hutan Indonesia tahun 2020 menunjukkan, luas lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 95,6 juta hektare atau 50,9 persen dari total daratan, di mana 88,4 juta hektare berada dalam kawasan hutan. Selain luasan lahan berhutan, penutupan lahan yang cukup menonjol, yakni sektor perkebunan yang meliputi 19,54 juta hektare atau 10,4 persen dari total daratan. Sebagian besar luasan perkebunan tersebut adalah untuk komoditas sawit.

Untuk informasi, deforestasi netto tahun 2019-2020 di dalam maupun di luar kawasan hutan Indonesia adalah sebesar 115,5 ribu hektare. "Ini merupakan deforestasi terendah sepanjang sejarah pemantauan hutan di Indonesia," katanya.

Sebagai pembanding, hasil pemantauan hutan Indonesia tahun 2019 menunjukkan bahwa deforestasi netto tahun 2018–2019 baik di dalam dan di luar kawasan hutan Indonesia adalah sebesar 462,4 ribu hektare. Dengan memperhatikan hasil permantauan tahun 2020 dan 2019, dapat dilihat bahwa secara netto deforestasi Indonesia tahun 2019–2020 mengalami penurunan hingga 75 persen.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini