Menyongsong Sustainable Textile, Industri dan Pemerhati Luncurkan Rantai Tekstil Lestari

Menyongsong Sustainable Textile, Industri dan Pemerhati Luncurkan Rantai Tekstil Lestari Kredit Foto: Rantai Tekstil Lestari

Rantai Tekstil Lestari (RTL) secara resmi berdiri untuk menggalang komunitas pelaku dan pemerhati industri tekstil, produk tekstil, dan fesyen guna berkolaborasi secara inklusif dalam mencari solusi bagi peningkatan keberlanjutan (sustainability) ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Peresmian perkumpulan yang mewadahi beragam latar belakang, tetapi dengan pemikiran yang sama tersebut dilaksanakan hari ini secara hybrid (daring dan offline) di Menara KADIN Indonesia, Jakarta, Kamis (9/9). Ikut menyaksikan peresmian tersebut adalah Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid, sejumlah duta besar negara sahabat, asosiasi-asosiasi usaha pengampu industri tekstil, dan pimpinan sembilan lembaga inisator RTL.

Baca Juga: Begini Cara Perusahaan Tekstil Sritex Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian menyatakan bahwa industri tekstil dan produk tekstil merupakan industri strategis dan prioritas nasional di mana sektor TPT pada tahun 2020 menyumbang devisa dengan nilai ekspor sebesar US$10,55 miliar dan menyerap tenaga kerja sejumlah 3,43 juta orang. Menyongsong pentingnya keberlanjutan termasuk di industri TPT, Agus menyambut baik inisiatif dibentuknya RTL dalam rangka pemenuhan aspek keberlanjutan yang menjadi tuntutan pasar global.

"Kunci dari implementasi nilai-nilai sustainibility pada industri TPT adalah membangun kemitraan serta kolaborasi sinergis antar-stakeholder terkait. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi pendirian Rantai Tekstil Lestari (RTL) sebagai bentuk kemitraan serta kolaborasi sinergis," jelasnya.

RTL didirikan untuk mewadahi upaya kolektif para pemangku kepentingan yang memiliki keprihatinan serupa terhadap isu keberlanjutan. Perkumpulan ini memiliki tujuan untuk mendorong setiap upaya transformasi industri tekstil, produk tekstil, dan fesyen Indonesia demi pertumbuhan serta manfaat bagi manusia dan bumi. RTL digagas selama hampir 1,5 tahun oleh sembilan lembaga yang terdiri dari industri hulu tekstil (PT Asia Pacific Fibers Tbk, PT Asia Pacific Rayon, PT South Pacific Viscose), industri antara dan hilir tekstil (PT Pan Brothers, Tbk, Busana Apparel Group, PT Sri Rejeki Isman, Tbk, H&M Group), serta lembaga pegiat keberlanjutan (Yayasan Inisiatif Dagang Hijau dan Yayasan KEHATI) dengan difasilitasi oleh Partnership-ID.

Ketua Umum RTL Basrie Kamba menambahkan, Indonesia memiliki modal yang sangat kuat sebagai pendorong terciptanya industri tekstil yang berkelanjutan. Basrie menjelaskan bahwa dari segi profil industri, Indonesia merupakah rumah dari dua serat terpenting di dunia, yakni polyester dan rayon, Indonesia juga memiliki industri pemintalan dan garmen yang produknya telah memasok ke hampir semua negara. Dari sisi kreatif, tambah Basrie, Indonesia memiliki banyak perancang mode dengan kualitas desain kelas dunia.

"Selain profil industri yang solid, kita (Indonesia) juga memiliki keunggulan fundamental yang tidak dimiliki negara lain, yakni pasar dengan 270 juta masyarakat. Maka dari itu saya mengajak kawan-kawan untuk bergabung dan bersama-sama agar industri penting ini terus berkembang dan terus memberikan manfaat melalui proses yang dikelola secara bertanggung jawab dan lestari," ujarnya.

Dalam jangka panjang, RTL akan menggulirkan inisiatif–inisiatif serta kampanye untuk membangun perilaku konsumen industri yang peduli lingkungan, mempromosikan praktik bertanggung jawab dan berkelanjutan di sepanjang rantai nilai industri tekstil, produk tekstil, dan fesyen. RTL juga senantiasa menggalang kolaborasi bersama pemangku kepentingan lainnya, termasuk dari negara lain, demi terciptanya rantai industri tekstil yang lestari.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini