Australia Bilang Indonesia Berperan Penting dalam Perkembangan Taliban karena Hal Ini

Australia Bilang Indonesia Berperan Penting dalam Perkembangan Taliban karena Hal Ini Kredit Foto: Kementerian Luar Negeri

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar di dunia, memiliki peran penting dalam berkuasanya Taliban di Afghanistan. Indonesia bisa memastikan rezim Islam baru di Kabul dapat menghormati khususnya isu perempuan dan anak. 

"Kami memiliki komitmen yang sama terhadap kesetaraan gender. Kami menyadari bahwa pengambilan keputusan dan kepemimpinan perempuan sangat penting untuk upaya respons dan pemulihan COVID-19 yang efektif," kata Payne, dikutip laman WA Today, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga: Dengar Baik-baik, Menlu Retno Terima Sejumlah Janji yang Diumbar-umbar Taliban

Ada kekhawatiran kemenangan Taliban, kata Payne, dan serangan teror di luar bandara Kabul yang mengikutinya, dapat mengilhami gelombang baru ekstremisme kekerasan termasuk di Asia Tenggara. 

Sebelumnya, polisi Indonesia menangkap 58 tersangka jihadis dalam aksi delapan hari bulan lalu --kebanyakan dari mereka adalah anggota Jemaah Islamiah, organisasi teror yang terkait dengan al-Qaeda di balik pemboman Bali 2002-- dan mengatakan mereka telah menggagalkan rencana serangan terhadap Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Namun, sebuah laporan baru dari Institute for Policy Analysis of Conflict yang berbasis di Jakarta, mengatakan bahwa para pendukung ISIS di Indonesia yang lebih mengancam daripada JI, yang telah dihancurkan oleh penangkapan massal dan tidak lagi memiliki hubungan aktif dengan al- Qaeda.

Itu adalah afiliasi IS di Afghanistan alias ISIS-K yang mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di bandara Kabul yang menewaskan lebih dari 90 orang termasuk 13 tentara Amerika bulan lalu. Ada serangan lain pekan lalu oleh simpatisan ISIS, warga negara Sri Lanka, di supermarket Selandia Baru.

Laporan itu mengatakan ledakan bandara Kabul "kemungkinan akan menginspirasi kelompok-kelompok ISIS untuk mencoba dan meningkatkan serangan baru di Indonesia".

“Hal ini tidak dapat mengarah pada persaingan antara JI dan ISIS, yang tidak pernah secara khusus dipengaruhi oleh tindakan satu sama lain, tetapi pada persaingan intra-ISIS untuk menunjukkan bahwa satu sel tertentu dapat mengalahkan yang lain,” katanya.

“Untuk alasan ini, sel-sel ISIS tetap jauh lebih berbahaya daripada apa pun yang terkait dengan JI,” ujar Payne.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini